Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah resmi melaporkan kerusakan areal sawah milik petani di daerah setempat seluas 2.615 hektare yang rusak akibat bencana alam banjir bandang ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Infonya akan ada bantuan dari Kementan untuk lahan sawah yang rusak akibat bencana, semua data sudah kita kirimkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Safrizal kepada ANTARA, Kamis di Meulaboh.
Ia menyebutkan, luas lahan sawah yang rusak akibat bencana alam banjir bandang pada Rabu, 26 November 2025 lalu di Kabupaten Aceh Barat mencapai 2.615 hektare dengan kondisi kerusakan bervariasi, yaitu rusak sedang, rusak ringan hingga rusak berat.
Ada pun sebaran lahan sawah yang terendam dan terdampak bencana alam banjir bandang, diantaranya di Kecamatan Pante Ceureumen, Kecamatan Sungai Mas, Kecamatan Woyla Timur, Kecamatan Woyla Barat, Kecamatan Woyla, Kecamatan Arongan Lambalek.
Baca juga: Warga Pijay harap pemerintah pulihkan sawah yang tertimbun lumpur banjir
Kemudian Kecamatan Samatiga, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Kaway XVI, serta Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Safrizal mengatakan usia tanaman padi yang rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut memiliki usia tanam sekitar 7-20 hari usia tanam.
Sebagai upaya memastikan lahan pertanian di daerah setempat dapat dilakukan penanaman kembali, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah melaporkan kerugian tersebut kepada pemerintah pusat dengan harapan dapat disalurkan bantuan benih padi.
“Sudah ada sinyal untuk dibantu oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” kata Safrizal.
Ada pun bantuan yang nantinya akan dibantu pemerintah diantaranya penanganan kerusakan sawah akibat terendam lumpur, penanganan saluran air atau irigasi, serta sejumlah bantuan lainnya, katanya.
Baca juga: Pemkab: 11.010 hektare sawah di Aceh Timur terendam banjir
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026