Simeulue (ANTARA) - Video seorang wanita berinisial N, warga Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, mengalami kesurupan Nyi Roro Kidul, viral di jagat maya.

Camat Simeulue Timur Ali Afwan di Simeulue, Kamis, mengatakan video itu direkam saat N sedang melakukan pengobatan tradisional. Kemudian, tanpa izin video disebarkan hingga viral di media sosial di Simeulue.

"Video itu di rekam saat N sedang pengobatan tradisional di Simeulue," kata Ali Afwan.

Nyi Roro Kidul, merupakan sosok mitologis di Pulau Jawa, dikenal sebagai penguasa Pantai Laut Selatan. Dalam video berdurasi empat menit itu, N menyampaikan dirinya dirasuki (hantu lawiek) atau hantu laut suruhan Nyi Roro Kidul.

Na juga menyampaikan berbagai ucapan yang mengarah kepada seseorang yang rumahnya diduga dibakar karena tuduhan menggunakan ilmu hitam di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, beberapa waktu lalu.

Baca: Polres Simeulue selidiki dugaan pembakaran rumah warga

Ali Afwan meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayai apa yang diucapkan dalam video itu karena pernyataan itu disampaikan dalam kondisi tidak dalam kondisi baik dan dalam keadaan halusinasi.

"Kami minta ucapan dalam video itu agar tidak dipercayai dan tidak disebarkan lagi, sehingga tidak menimbulkan fitnah di kalangan masyarakat Simeulue," kata Ali Afwan.

Sementara itu, Kepala Desa Air Dingin Ismadi Alamsyah membenarkan N merupakan warga desanya. Video itu direkam tanpa izin dan kemudian disebarkan ke berbagai media sosial.

"Benar N merupakan warga desa saya. Secara mengejutkan video itu sudah viral dan tersebar luas di berbagai media sosial sehingga sangat merugikan warga saya itu," kata Ismadi.

Untuk itu, kata Ismadi, kepada masyarakat yang terlanjur menyebarkan video itu agar menghapusnya dan tidak menyebarkan lagi.

"Kami minta agar video itu di hapus dan tidak disebarkan lagi karena dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah dan merugikan warga saya itu," kata Ismadi Alamsyah.

Baca: Polres Simeulue selidiki kasus kematian pria paruh baya



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026