Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan tiga Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) segera melakukan pengeboran empat sumur baru untuk mendongkrak produksi migas di kawasan timur utara Aceh.
"Kita memang minta KKKS untuk mencari sumur-sumur baru, dan mulai dilakukan tahun ini," kata Kepala BPMA Nasri Djalal di Banda Aceh, Rabu.
Nasri menyebutkan, adapun KKKS yang bakal melakukan pengeboran sumur baru tersebut, yakni PT Medco E&P Malaka satu sumur pengembangan di wilayah Alur Siwah 15 Aceh Timur.
Baca juga: BPMA optimalisasi Lapangan Arun tingkatkan penjualan gas dari proyek PGE
Kemudian Pema Global Energi (PGE) sebanyak dua sumur eksplorasi di Aceh Utara, dan Triangle Pase Inc (TPI) Blok Pase sebanyak satu sumur eksplorasi di wilayah Aceh Timur.
Pengeboran ini sendiri nantinya berbeda-beda tujuannya. Medco E&P Malaka menargetkan sumur kondensat, PGE kondensat dan gas, sedangkan TPI juga kondensat.
Untuk perencanaan pengeboran sumur baru tersebut, PGE dan TPI pada akhir 2026. Sedangkan Medco E&P Malaka diawal 2027, tetapi persiapannya sudah dimulai tahun ini.
"Medco kondensat, PGE kondensat dan gas dan TPI kondensat. Pengeboran akhir tahun ini untuk PGE dan TPI. Kalau Medco awal 2027, tapi proses persiapan sudah dimulai," ujarnya.
Nasri menegaskan, BPMA terus mendorong pengembangan sumur-sumur baru, langkah ini perlu dilakukan mengingat lapangan dan cadangan migas Aceh juga terbatas.
Baca juga: Perusahaan raksasa Jepang minati eksplorasi Migas Blok Andaman
Ia menekankan, pengeboran sumur baru harus dilaksanakan karena cadangan di sumur lama mulai berkurang. Maka sudah seharusnya seperti Medco perlu melakukan pengembangan.
"Lalu, di PGE cadangan sumur lama juga sudah hampir habis. Kemudian TPI hanya gas saja, maka sekarang kita minta bor kondensat juga," katanya.
Dirinya menegaskan, semua upaya ini jug juga telah dicantumkan WP&B (work program and budget) atau rencana kerja dan anggaran 2026 BPMA. Di mana, mereka mendorong KKKS meningkatkan produksinya, baik dengan penggunaan teknologi maupun pembukaan sumur baru.
"Intinya, BPMA terus mendorong penambahan produksi, bagaimana cara ada peningkatan, selain memakai teknologi, atau dengan pengeboran cadangan baru, dan ini sudah kita masukkan dalam WP&B 2026," demikian Nasri Djalal.
Baca juga: BPMA targetkan produksi migas 2026 sebesar 10.519 BOEPD per hari
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026