Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan layanan kesehatan di 13 Poliklinik di rumah sakit milik daerah (RSUD) setempat telah kembali normal setelah sempat ditutup sehari akibat mogok kerja tenaga medis.
“Hari ini pelayanan sudah normal kembali. Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan para dokter, dan Alhamdulillah mereka sudah bekerja seperti biasa,” kata Asisten III Setdakab Aceh Besar, Abdullah di Indrapuri, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela meninjau langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar guna memastikan aktivitas kembali normal pasca aksi mogok kerja tenaga kesehatan (nakes) sehari sebelumnya.
Baca juga: Poliklinik RSUD Aceh Besar ditutup akibat mogok dokter
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, seluruh unit pelayanan telah beroperasi maksimal mulai dari poli rawat jalan, instalasi rawat inap, hingga Unit Gawat Darurat (UGD).
“Ini menjadi indikasi bahwa situasi rumah sakit telah berangsur stabil setelah sempat mengalami gangguan pelayanan,” katanya.
Ia mengatakan terkait ketersediaan obat, secara umum stok obat di RSUD Aceh Besar dalam kondisi aman dan mencukupi, meski terdapat beberapa jenis obat tertentu yang masih terbatas karena proses pengadaan dan distribusi yang membutuhkan waktu.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung persoalan jasa medis (jasmed) dan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang menjadi salah satu pemicu aksi mogok kerja sebelumnya dalam proses penyesuaian regulasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menjadi bagian dari upaya pembenahan sistem keuangan rumah sakit.
“Untuk jasa medis dan BPJS, saat ini sedang kita upayakan penyelesaiannya, begitu juga dengan penyesuaian regulasi BLUD. Ini tentu membutuhkan proses administrasi, sehingga tidak bisa diselesaikan secara instan,” katanya.
Sementara itu, Kabag Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap bersabar dan menjaga profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Insya Allah akhir April, kita upayakan persoalan ini segera selesai. Semua butuh proses, tidak bisa langsung selesai begitu saja. Kami berharap nakes tetap fokus pada pelayanan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan ke depan, sekaligus memastikan hak masyarakat dalam mendapatkan layanan medis yang optimal tetap terpenuhi tanpa hambatan.
Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra juga memberikan klarifikasi terkait isu kekosongan obat yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tidak semua jenis obat mengalami kekosongan, melainkan hanya obat-obatan tertentu seperti insulin dan beberapa obat khusus lainnya.
“Memang ada obat pengganti dengan kandungan yang sama, tetapi tidak semua pasien cocok dengan merek yang berbeda. Ini yang menjadi perhatian kami dan sudah kami laporkan ke dinas terkait,” jelasnya.
Pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien, terutama untuk penanganan kasus-kasus khusus yang membutuhkan terapi spesifik.
Meski sempat terjadi gangguan layanan, dr. Bunaiya memastikan bahwa saat ini seluruh pelayanan di RSUD Aceh Besar telah kembali berjalan normal.
Baca juga: RSUD Zubir Mahmud tidak layani masyarakat Desil 8 untuk program JKA
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026