Banda Aceh (ANTARA) - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat kapasitas internal kampus dalam penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi itu.
“Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi kerap dipengaruhi oleh ketimpangan relasi kuasa, sehingga memerlukan penanganan yang sistematis dan sensitif terhadap korban,” kata Ketua PSGA UIN Ar-Raniry, Dr Nashriyah di Darussalam, Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela pelatihan penanganan kasus kekerasan seksual bagi pendamping Unit Layanan Terpadu (ULT) dan civitas akademika yang berlangsung di LP2M UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
Baca: Kejari Banda Aceh tahan pengacara karena terduga asusila anak
Ia menjelaskan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif serta bagian membekali keterampilan praktis bagi pendamping untuk menangani kasus secara responsif, profesional, dan berpihak pada korban.
“Kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh civitas academica dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” katanya.
Ia menyebutkan pelatihan tersebut diikuti 20 peserta terdiri dari anggota Satuan Tugas (Satgas) serta pendamping Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan UIN Ar-Raniry.
PSGA menargetkan peningkatan kapasitas pendamping dalam penanganan kasus secara komprehensif dan terciptanya lingkungan kampus yang responsif gender dan bebas dari kekerasan seksual.
Baca: Polda Aceh selidiki kasus video asusila viral di media sosial
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026