Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Provinsi Aceh, mengajak badan usaha milik gampong (BUMG) bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam membangun perekonomian masyarakat desa.

"Pemkab Pidie terus mendorong BUMG bersinergi dengan KDMP dalam membangun perekonomian masyarakat desa," kata Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie Nadhar Putra di Pidie, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadhar Putra pada kegiatan analisa pengembangan BUMG yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPM) Kabupaten Pidie. Kegiatan tersebut diikuti para pengurus BUMG se Kabupaten Pidie.

Nadhar Putra menyebutkan koperasi bukanlah hal baru bagi masyarakat. Kini, koperasi direvitalisasi dengan nama berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, kata dia, KDMP dan BUMG yang sama-sama milik masyarakat desa harus saling bersinergi dalam mengembangkan perekonomian masyarakat desa. 

"Keduanya harus saling bersinergi. Apalagi BUMG didukung dengan dana desa. Penggunaan dana desa tersebut juga harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," katanya.

Nadhar Putra mengatakan pemerintah gampong atau desa setiap tahun mengalokasikan dana desa untuk BUMG atau badan  usaha milik desa. Ada BUMG berhasil mengoptimalkan alokasi dana desa tersebut, ada juga yang bermasalah.

"Kehadiran KDMP menjadi peluang bagi BUMG dalam bekerja sama mengembangkan ekonomi masyarakat, sehingga badan usaha milik desa tersebut tidak lagi sendiri dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa atau gampong," kata Nadhar Putra.


 



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026