Simeulue (ANTARA) - Masyarakat Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, wilayah pulau terluar di Provinsi Aceh, mengharapkan pembangunan dermaga yang menjadi akses transportasi di wilayah tersebut.
Kepala Desa Pulau Siumat Kristian di Simeulue, Jumat, mengatakan pembangunan dermaga yang diharapkan tersebut menggantikan dermaga apung yang sebelumnya rusak setelah dihantam ombak
"Dermaga apung sebelumnya dibangun menggunakan dana desa dan mulai difungsikan sejak Maret 2026. Akan tetapi, dermaga tersebut rusak dihantam ombak beberapa waktu lalu," katanya.
Menurut dia, dibutuhkan dana besar membangun atau memperbaiki dermaga tersebut. Pemerintah Desa Pulau Siumat tidak memiliki dana memperbaiki dermaga tersebut,l karena kebutuhan anggaran mencapai Rp15 juta.
Baca: Pemerintah desa pulau terluar di Aceh bangun dermaga darurat
"Dermaga tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk dari dan ke Pulau Siumat. Pulau Siumat berjarak 2,5 jam pelayaran menggunakan perahu motor dari Pulau Simeulue, yang menjadi pulau utama di Kabupaten Simeulue," kata Kristian.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat Pulau Siumat mengharap Pemerintah Kabupaten Simeulue maupun Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membantu membangun atau memperbaiki dermaga tersebut.
Sementara itu, Camat Simeulue Timur Ali Afwan mengatakan dermaga tersebut dibutuhkan masyarakat Pulau Siumat sebagai pintu masuk dan keluar masyarakat di wilayah tersebut. Namun, kondisi dermaga dalam keadaan rusak, sehingga menyulitkan masyarakat.
"Saat ini, masyarakat Pulau Siumat kesulitan naik turun kapal penyeberangan karena dermaga dalam keadaan rusak berat. Terutama saat ada warga yang sakit dan dirujuk ke rumah sakit di ibu kota kabupaten," kata Ali Afwan.
Baca: Polres Simeulue layani kesehatan masyarakat pulau terluar
Pewarta: Ade IrwansahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026