"Tahun ini dialokasikan untuk sebanyak 48 unit sepeda motor yang akan diserahkan kepada para 'Reje' di desa pinggiran," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Tengah Jafar di Takengon, Kamis.
Melalui Sekretaris BPM Aceh Tengah Windi Darsa, dijelaskan para "Reje"n yang memperoleh bantuan sepeda motor dari pemerintah itu tersebar di 14 kecamatan di daerah berhawa dingin tersebut.
Bantuan sepeda motor itu bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas para kepala desa sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat khususnya di Aceh Tengah, kata dia menjelaskan.
Selain itu, pemerintah juga akan membantu pembangunan delapan unit kantor desa di sejumlah kampung di Aceh Tengah yang merupakan salah satu komitmen memberikan pelayanan maksimala kepada masyarakat, katanya menambahkan.
Sementara pada tahun 2015, Pemkab Aceh Tengah juga memprogramkan pembangunan kantor "Reje" sebanyak 16 unit di sejumlah kecamatan di daerah penghasil kopi arabika terbesar di Provinsi Aceh itu.
Dipihak lain, Windi Darsa menjelaskan bahwa pemerintah pada tahun anggaran 2015 akan mengucurkan anggaran untuk masing-masing kampung di Aceh Tengah memperoleh dana APBN senilai Rp1 miliar lebih.
"Sesuai Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan desa maka pemerintahan kampung akan mendapat realisasi bantuan mencapai Rp1 sampai Rp1,4 miliar guna meningkatkan infrastruktur kampung dan sosial kemasyarakatan," kata dia menjelaskan.
Untuk itu, Windi meminta agar aparatur kampung harus melakukan singkronisasi ketika anggaran bantuan tersebut turun, sehingga setiap program tidak mengalami kendala dalam pelaksanaannya.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026