Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Petugas keamanan Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Selasa, mengamankan seorang wanita karena dianggap mencurigakan terkait maraknya isu penculikan anak.

Pengurus Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Muslim mengatakan, wanita berinisial Lis (40) mengaku berasal dari Kota Langsa dan di tasnya terdapat foto kopi izijahnya dan rambut palsu.

Ia mengungkapkan, kejadian tersebut berawal dari kecurigaan petugas keamanan masjid terhadap wanita tersebut saat berada di lokasi pengajian anak-anak di wilayah selatan masjid, sekitar pukul 10.30 WIB.

Sudah satu jam lebih, wanita itu mondar mandir di area pengajian anak-anak di Masjid Islamic Centre itu.

"Dia sudah satu jam lebih mondar mandir di sekitar lokasi pengajian anak-anak sebelah selatan masjid, tampak seperti orang memperhatikan sesuatu. Karena mencurigakan, petugas membawa wanita itu ke kantor," katanya.

Lanjutnya, setelah dibawa ke kantor masjid dilakukan pemeriksaan. Saat diperiksa pada dirinya ditemukan rambut wig, foto kopi ijazah dan yang bersangkutan juga tidak bisa berbahasa lokal (Aceh) serta memberikan keterangan yang berbelit-belit terhadap alamatnya.

"Oleh pihak kami, langsung menghubungi petugas Polsek Banda Sakti dan mengikutsertakan polwan untuk memeriksa pakaian wanita tersebut. Namun wanita itu menolak diperiksa pakaiannya, sehingga wanita itu langsung dibawa ke Polsek Banda Sakti," jelas Muslim.

Terkait masalah tersebut, pengurus masjid bersama dengan Badan Keswadayaan Masjid Islami Centre akan segera memanggil para guru pengajian serta kepada orang tua murid untuk menjemput anaknya langsung tanpa diwakili secara tepat waktu.

Sementara itu, kabar tertangkapnya wanita dimaksud langsung menjadi heboh bagi warga Kota Lhokseumawe, karena saat ini sedang beredar isu penculikan anak-anak. Warga berdatangan ke Polsek Banda Sakti untuk melihat sosok wanita dimaksud.

Namun tidak lama kemudian, wanita tersebut diboyong ke Polres Lhokseumawe untuk diperiksa lebih lanjut terhadap keberadaan wanita itu di sekitar Masjid Islamic Centre Lhokseumawe.

Sementara dari Kota Subulussalam juga dikabarkan, isu penculikan anak belakangan ini heboh di kalangan masyarakat, sehingga menimbulkan rasa ketakutan terhadap orang tua, bahkan banyak anak-anak dilaporkan takut pergi ke sekolah.

Kondisi ini mulai menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, para orangtua bertanya-tanya, apakah hanya isu atau memang benar adanya komplotan pelaku penculikan anak.

"Banyak anak-anak sekarang takut ke sekolah karena isu penculikan anak," kata salah seorang warga Subulussalam, Wahda.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Miliyardin SIK mengatakan sejauh ini belum ada laporan masuk kepada pihak kepolisian terkait kasus penculikan atau anak hilang.

"Belum ada laporan dari warga ada kasus penculikan anak, atau anak yang dilaporkan hilang itu belum ada," kata Ian.

Ia mengakui isu penculikan anak sangat heboh beredar di masyarakat, tidak hanya di wilayah Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, tapi juga seluruh Aceh, bahkan menjadi isu nasional.

Kapolres berharap isu penculikan anak hanya sekedar informasi hoax (palsu), karena ia tidak menginginkan kasus ini benar-benar terjadi di lapangan.

"Harapan saya ini hanya hoax, karena saya tidak ingin isu ini menjadi kenyataan," kata Ian menjelaskan.

Kapolres Ian mengimbau para orangtua supaya lebih waspada terhadap keberadaan orang asing (orang yang tidak dikenal).

"Saya mengimbau kepada masyarakat harus lebih waspada, anak-anak harus dijaga dengan baik, jangan sampai dia bermain-main sama orang asing," ungkap Kapolres.

Pewarta: Mukhlis

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2017