Meulaboh (ANTARA) - Sepanjang 30 meter ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Sungai Mas-Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat pada Selasa siang, amblas diterjang longsor dengan kedalaman mencapai 1,5 meter akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah ini.

Bencana alam tersebut juga mengakibatkan sebuah tanggul pengaman tebing amblas ke dalam sungai sehingga menyebabkan satu unit bangunan MCK di Tutut, Sungai Mas, Aceh Barat, ikut rusak dan amblas ke dalam sungai.

Tidak hanya itu, akibat tingginya intensitas hujan juga menyebabkan sebuah pohon tumbang diatas badan jalan di lintasan Meulaboh-Tapak Tuan di kawasan Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di daerah ini.

"Longsornya badan jalan ini diduga akibat guyuran hujan yang mengguyur Aceh Barat sejak Senin sore," kata Sekretaris Camat Sungai Mas, Aceh Barat, Erdi Adnan, Selasa di Meulaboh.

Dampak musibah tersebut juga menyebabkan arus transportasi masyarakat juga ikut terhambat, katanya menuturkan.
Bangunan tanggul masjid di Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (28/7/2020) amblas akibat terjangan longsor diduga akibat guyuran hujan lebat yang melanda daerah ini sejak Senin (27/7/2020) sore. (ANTARA/HO)

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Kurdi di Meulaboh mengatakan pihaknya sudah Tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani kerusakan badan jalan akibat terjangan longsor di kawasan Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

"Penanganan ini sifatnya sementara dan darurat saja, insya Allah jika tidak ada kendala, Selasa petang atau Selasa malam ruas jalan ini akan bisa dilintasi kembali," kata Kurdi.

Menurutnya, berdasarkan peninjauan di lokasi, longsor badan jalan di kawasan pedalaman tersebut mencapai 30 meter dengan kedalaman sekitar 1,2 meter hingga 1,5 meter.

Karena beberapa hari lagi akan segera tiba Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, penanganan darurat terus dipacu sehingga saat Lebaran nanti aktivitas masyarakat di daerah ini tidak terganggu, katanya.

"Nanti setelah lebaran, kita recanakan penanganan kerusakan badan jalan ini dilakukan secara permanen. Sehingga aktivitas masyarakat diharapkan segera normal," kata Kurdi menambahkan.
Pengguna jalan terjebak kemacetan di lokasi tumbangnya pohon di kawasan Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (28/7/2020) siang. (ANTARA/HO)


Kurdi juga menambahkan, akibaat bencana alam tersebut juga mengakibatkan sebuah tanggul pengaman tebing amblas ke dalam sungai sehingga menyebabkan satu unit bangunan MCK di Tutut, Sungai Mas, Aceh Barat, ikut rusak dan amblas ke dalam sungai.

Sedangkan pohon tumbang diatas badan jalan provinsi di lintasan Meulaboh-Tapaktuan yang tumbang akibat hujan lebat di kawasan Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, sejak Selasa siang sudah berhasil dipindahkan dan arus lalulintas di kawasan tersebut sudah mulai normal.
 

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026