"Studi kami ke Banda Aceh terkait konsep kota pusaka, kita ketahui Banda Aceh telah ditetapkan sebagai ibu kota kebudayaan Indonesia oleh JKPI. Kita visit ke sini untuk mempelajari itu," kata Tjhai Chui Mie, di Banda Aceh, Rabu.
Studi Tjhai Chui Mie ke Kota Banda Aceh turut didampingi Ketua DPRK Singkawang Sujianto, Sekda Sumastro beserta sejumlah kepala SKPK Singkawawang.
Tjhai Chui Mie menyampaikan, mereka ingin menata Singkawang seperti Banda Aceh yang memaksimalkan potensi sejarah dan budaya sebagai destinasi untuk menarik kunjungan wisatawan.
"Dengan hadirnya kami ke sini tentu menambah pengetahuan dan pengalaman, sehingga bisa diadopsi untuk kemudian diterapkan di Singkawang," ujarnya.
Dirinya berharap hubungan Singkawang dan Banda Aceh terus terjalin dengan, sehingga kedua kota ini nantinya bisa terus saling berbagi kesuksesan dalam mempromosikan pariwisata.
Wali Kota Aminullah Usman mengatakan pihak berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai daerah lain di Indonesia. Kelebihan yang dimiliki masing-masing daerah dapat saling berbagi mengisi pembangunan.
"Ini bentuk komitmen kami saling berbagi dalam mengisi pembangunan. Kelebihan dari Singkawang bisa kami ambil, kemudian kelebihan dari Banda Aceh juga bisa diadopsi," kata Aminullah.
Dengan begitu, lanjut Aminullah, baik Banda Aceh maupun Singkawang akan terus bisa meningkatkan perputaran ekonomi dengan memaksimalkan kunjungan wisata demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026