Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Sejak hari pertama puasa sampai hari ke lima belas, wilayah Kabupaten Aceh Selatan dilanda musim kemarau yang di susul suhu panas yang mencapai 34 derajat celcius dan hujan pun tidak pernah turun selama ini.

Saat keluar rumah, cuaca panas karena tariknya matahari terasa sangat menyengat. Suhu panas melanda Kabupaten Aceh Selatan telah berlangsung sejak pertama dimulainya puasa ramadhan 1436 H. Ombak pasang membuyarkan nelayan turun kelaut. Suhu panas di musim kemarau kali ini diprediksikan mencapai 34 derajat celcius disertai ombak pasang purnama dengan ketinggian 2,5 meter.

Berbagai tanggapan muncul sebagai indikasi penyebab terjadi cuaca panas di Kabupaten penghasil pala itu, seperti di utarakan oleh Abubakar (50) salah seorang warga Kotafajar. Menurutnya, cuaca panas yang melanda kawasan Aceh Selatan disebabkan pengaruh Gunung Sinabung yang sedang berstatus siaga 4. Suasana cuaca panas itu sangat mempengaruhi stamina masyarakat dalam menjalani ibadah puasa.

“Besar kemungkinan suhu panas kian menjadi-jadi akibat efek gunung Sinabung, di Sumatera Utara yang sudah siaga 4. Faktor lain, berdasarkan ilmu palak (Bintang), bintang Kala berpapasan dengan bulan saat purnama. Jika peristiwa ini yang terjadi, biasanya angin kencang disertai hujan lebat atau kemarau dan ombak tinggi,” ujar Abu bakar, Kamis (2/7) seraya mengakui saat ini para nelayan enggan melaut.  

Pantauan di lapangan, kondisi suhu panas telah membuat warga mengurung diri di kediaman masing-masing. Ekses ombak pasang dan air laut keruh, juga mengakibatkan para nelayan tradisional yang berada di Aceh Selatan enggan turun ke laut karena takut dihantam gelombang pasang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh dan Nagan Raya memprediksi cuaca di Aceh Selatan hingga Banda Aceh mencapai 33 derajat celcius.

Kepala BMKG Meulaboh dan Nagan Raya, Edy Darlupti SE menjelaskan, secara umum kawasan Provinsi Aceh sedang diselimuti musim kemarau sehingga dia menampik tudingan kasus itu ada hubungannya dengan kondisi gunung Sinabung.

“Musim kemarau posisi matahari berada di utara Khatulistiwa sehingga panasnya lebih menyengat. Kalau ombak pasang/tinggi itu hanya karena pasang purnama. Minggu sebelumnya cuaca lebih dingin, pada 30-31 C. Saat ini semakin meningkat mencapai 33 derajat celius. Kecepatan angin diprediksikan berembus 0-40 km/jam. Sedangkan ketinggian ombak akhir pekan ini mencapai 2,5 meter,” papar Edy Darlupti saat dikonfirmasi via telephon seluler.

Menurutnya, suhu panas yang melanda pemukiman penduduk di Aceh disebabkan karena kurangnya pertumbuhan awan dan mendung untuk memungkinkan turun hujan.

“Meskipun wilayah Aceh memasuki musim kemarau, bukan berarti tidak terjadinya hujan. Intensitas hujan berkurang dan durasinya tidak menentu sehingga suhu panas meningkat. Masyarakat harap mewaspadai setiap kemungkinan terjadinya hal-hal buruk,” pungkasnya.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026