Blangpidie (ANTARA Aceh) - Ribuan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memadati Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, dalam rangka menghadiri peresmian posko tim sukses bakal calon Bupati 2017-2022 M.Fakhruddin. Sabtu malam.
Amatan dilapangan, acara peresmian posko timses yang diberi nama Rumoh Peumenangan M.Fakhruddin tersebut turut di hadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat daerah itu seperti ketua partai, anggota DPRK, mantan anggota dewan dan ribuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hendrik, mengatakan bahwa posko rumoh peumenangan Fakhruddin yang diresmikan tersebut adalah hotel Sahmita, bekas kantor dinas pendidikan Abdya yang pernah di sewakan oleh pemkab setempat beberapa tahun lalu.
''Selain sudah pernah dipungsingkan untuk dinas pendidikan, dari rumah ini juga sudah pernah melahirkan dua generasi hebat yang pernah memimpin enam kabupaten di provinsi Aceh, yakni, Tgk HM.Sahim Hasymy dan Ridhwansyah. Jadi, makanya tim pilih rumah ini untuk posko,' katanya
Sementara itu balon Bupati Abdya, M.Fakhruddin dalam sambutanya mengatakan bahwa, keberadaan posko pemenangan dirinya di Desa Keude Siblah merupakan pilihan yang tepat, karena, desa ini sebelumnya lumbung suara terbanyak buat dirinya dan di harapkan dapat di pertahankan pada pilkada mendatang
''Desa Keude Siblah ini adalah pilihan yang tepat untuk memulai perjuangan yang terakhir ini terutama dalam pencalonan kepala daerah. Karena, dalam setiap perjuangan, baik yang pertama ataupun yang kedua, dukungan masyarakat Keude Siblah termasuk kampung Rawa lumbung suara saya yang sangat luar biasa,'' katanya
Oleh sebab itulah, katanya, pihaknya bersama seluruh tim, sahabat dekat dan tokoh-tokoh masyarakat memilih lokasi ini sebagai pusat suksesi atau rumoh pemenangan dirinya yang bakal bertarung dalam kancah politik pemilihan bupati Abdya periode 2017-2022 mendatang.
''InsyaAllah, jika Allah SWT berkehendak, saya akan mendaftar sebagai calon bupati Abdya pada Agustus 2016 mendatang, dan jika terpilih, yang pertama saya lakukan di kabupaten ini adalah peningkatkan kualitas sumber daya manusia,'' katanya
Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa banyak negara miskin di dunia yang tidak memiliki Sumber Daya Alam apapun namun, mereka bisa maju, karena kualitas SDM yang mereka miliki jauh lebih baik
''Singgapore, mereka tidak memiliki sumber daya alam apa-apa, akan tetapi, mereka mampu mengendalikan ekonomi dan bahkan politik, karena kekuatan ekonomi dapat mengendalikan kebijakan-kebijakan politik,'' katanya
Oleh karena itulah, katanya, jangan hanya bergaya dengan kebun kelapa sawit semata, akan tetapi, bergayalah karna mewariskan genarasi yang lebih baik untuk masa-masa mendatang.
''Jadi, upaya kita maju ini bukan hanya sekedar merebut kekuasaan, bukan hanya sekedar untuk menjadi bupati, tetapi untuk melakukan proses edukatif politik terhadap masyarakat agar lebih cerdas dalam menentukan pilihan,'' katanya
Mantan staf ahli Kemenpora RI ini mengaku tidak pernah menyesal dua kali kalah dalam pilkada di masa lalu, karena, suatu saat nanti, orang-orang terbaik dan cerdas pasti akan terpilih untuk menjadi pemimpin demi perubahan dan kemajuan daerah.
''Mudahan-mudahan, kualitas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah seara serentak pada mendatang menjadi lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya,'' demikian Fakhruddin.
Amatan dilapangan, acara peresmian posko timses yang diberi nama Rumoh Peumenangan M.Fakhruddin tersebut turut di hadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat daerah itu seperti ketua partai, anggota DPRK, mantan anggota dewan dan ribuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hendrik, mengatakan bahwa posko rumoh peumenangan Fakhruddin yang diresmikan tersebut adalah hotel Sahmita, bekas kantor dinas pendidikan Abdya yang pernah di sewakan oleh pemkab setempat beberapa tahun lalu.
''Selain sudah pernah dipungsingkan untuk dinas pendidikan, dari rumah ini juga sudah pernah melahirkan dua generasi hebat yang pernah memimpin enam kabupaten di provinsi Aceh, yakni, Tgk HM.Sahim Hasymy dan Ridhwansyah. Jadi, makanya tim pilih rumah ini untuk posko,' katanya
Sementara itu balon Bupati Abdya, M.Fakhruddin dalam sambutanya mengatakan bahwa, keberadaan posko pemenangan dirinya di Desa Keude Siblah merupakan pilihan yang tepat, karena, desa ini sebelumnya lumbung suara terbanyak buat dirinya dan di harapkan dapat di pertahankan pada pilkada mendatang
''Desa Keude Siblah ini adalah pilihan yang tepat untuk memulai perjuangan yang terakhir ini terutama dalam pencalonan kepala daerah. Karena, dalam setiap perjuangan, baik yang pertama ataupun yang kedua, dukungan masyarakat Keude Siblah termasuk kampung Rawa lumbung suara saya yang sangat luar biasa,'' katanya
Oleh sebab itulah, katanya, pihaknya bersama seluruh tim, sahabat dekat dan tokoh-tokoh masyarakat memilih lokasi ini sebagai pusat suksesi atau rumoh pemenangan dirinya yang bakal bertarung dalam kancah politik pemilihan bupati Abdya periode 2017-2022 mendatang.
''InsyaAllah, jika Allah SWT berkehendak, saya akan mendaftar sebagai calon bupati Abdya pada Agustus 2016 mendatang, dan jika terpilih, yang pertama saya lakukan di kabupaten ini adalah peningkatkan kualitas sumber daya manusia,'' katanya
Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa banyak negara miskin di dunia yang tidak memiliki Sumber Daya Alam apapun namun, mereka bisa maju, karena kualitas SDM yang mereka miliki jauh lebih baik
''Singgapore, mereka tidak memiliki sumber daya alam apa-apa, akan tetapi, mereka mampu mengendalikan ekonomi dan bahkan politik, karena kekuatan ekonomi dapat mengendalikan kebijakan-kebijakan politik,'' katanya
Oleh karena itulah, katanya, jangan hanya bergaya dengan kebun kelapa sawit semata, akan tetapi, bergayalah karna mewariskan genarasi yang lebih baik untuk masa-masa mendatang.
''Jadi, upaya kita maju ini bukan hanya sekedar merebut kekuasaan, bukan hanya sekedar untuk menjadi bupati, tetapi untuk melakukan proses edukatif politik terhadap masyarakat agar lebih cerdas dalam menentukan pilihan,'' katanya
Mantan staf ahli Kemenpora RI ini mengaku tidak pernah menyesal dua kali kalah dalam pilkada di masa lalu, karena, suatu saat nanti, orang-orang terbaik dan cerdas pasti akan terpilih untuk menjadi pemimpin demi perubahan dan kemajuan daerah.
''Mudahan-mudahan, kualitas penyelenggaraan pemilihan kepala daerah seara serentak pada mendatang menjadi lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya,'' demikian Fakhruddin.
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026