Aceh Barat Daya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tingkat dunia setelah membakar sebanyak 15.178 leumang (lemang) dan membungkus 27.100 tape (kuliner khas Aceh) secara massal.
"Izinkan kami menganugerahkan sajian leumang dan tape terbanyak di dunia kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya," kata Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana dalam pengumumannya, di Abdya, Sabtu.
Sertifikat rekor MURI tersebut diserahkan Lutfi Syah Pradana kepada Bupati Abdya, Safaruddin didampingi Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi atau Abi Roni, di Bantaran Krueng Beukah Kecamatan Blangpidie, Abdya.
Selain untuk memecahkan rekor MURI, pelaksanaan event tradisi budaya "Meuseuraya Toet Leumang" tersebut juga dalam rangka memperingati HUT ke 24 kabupaten berjuluk Breuh Sigupai tersebut.
Lutfi mengatakan, rekor tersebut diberikan setelah timnya melakukan memverifikasi atas sajian leumang dan tape di Abdya itu sebagai yang terbanyak di Indonesia.
Baca: Tradisi toet leumang dan jejak sejarah ulama nusantara
Dari hasil perhitungan, dicatatkan leumang yang dibakar secara massal tersebut sebanyak 15.178 batang, dan 27.100 tape yang disajikan bersama-sama. "MURI memutuskan, mencatatkan kegiatan hari ini sebagai rekor dunia," ujar Lutfi Syah Pradana.
Sementara itu, Bupati Abdya, Safaruddin mengapresiasi antusiasme warga dalam menyukseskan event tersebut, dan menekankan bahwa perayaan ini harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat kecil.
"Kegiatan 'Meuseuraya Toet Leumang' ini adalah ajang untuk mengembangkan potensi kuliner khas daerah kita ke tingkat nasional. Kita ingin ada perputaran ekonomi, di mana bahan baku seperti bambu, ketan, dan kelapa semuanya diserap dari hasil petani lokal Abdya," katanya.
Ia mengingatkan, agar kegiatan kolosal ini tidak sekedar menjadi event seremonial belaka, melainkan juga dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara cuma-cuma.
"Saya instruksikan agar seluruh leumang ini jangan sampai mubazir. Harus dibagikan dan dinikmati bersama rakyat, sebagai rasa syukur atas usia kabupaten kita yang ke-24. Ini adalah pesta rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat," demikian Safaruddin.
Baca: Wabup Abdya sebut TMMD perkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat
Pewarta: SuprianEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026