Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menganjurkan masyarakat petani untuk mengeluti penanaman palawija sehingga membantu peningkatan ekonomi keluarga.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Aceh Barat Said Mahjali, di Meulaboh, Jumat, mengatakan, petani dapat memanfaatkan masa transisi panen rendengan ke musim tanam gaduh 2016 ini.
"Kita menganjurkan kepada petani disamping menanam padi sawah juga menanam kedelai, kacang tanah, cabe dan sebagainya. Posisi masa panen rendengan tanaman padi saat ini cukup tepat sehingga ada penghasilan tambahan,"sebutnya.
Said Mahjali menjelaskan, Kabupaten Aceh Barat saat ini juga berupaya mengejar keberhasilan target swasembada pangan nasional, selain tanaman padi juga mengembangkan tujuh komoditi seperti, padi, jagung, kedelai, daging, cabe, bawang dan kapas.
Masa panen rendengan sedang berlangsung selama dua bulan yakni Maret dan April kemudian Mei barulah memasuki musim tanam gaduh 2016, masa transisi ini petani diharapkan sambil panen padi di waktu yang sama juga menanam pala wija pada kebun, perkarangan maupun area lain yang dapat dimanfaatkan.
Dia menjelaskan, kabupaten Aceh Barat yang dikenal sebagai daerah agribisnis di Provinsi Aceh sebagian besar masyarakatnya adalah berprofesi tetap sebagai petani yang juga memiliki kerja sampingan lainnya sebagai pekebun dan peternak.
"Jadi petani kita umumnya memiliki kerja sampingan lain, sebagian sebagian besar juga petani kebun dan peternak. Ini menjadi salah satu kesempatan yang sangat baik untuk menambah pendapatan keluarga bila ada penghasilan tambahan,"jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, kondisi area sawah Aceh Barat sebagian besar adalah tadah hujan menyebab petani kurang bersemangat bercocok tanam tanaman padi pada musim tanam gaduh sehingga lahan pertanian hanya tergarap sekitar 60 persen.
Beda saat memasuki musim rendengan, dimana area sawah patani sedikit mendapat curah hujan tinggi sehingga dimanfaatkan untuk segera turun kesawah, karena itu pada posisi memasuki musim tanam gaduh ini petani dianjurkan berbudidaya palawija.
Selain palawija yang dikembangkan dengan bantuan pemerintah, dorongan terhadap pemanfaatan lahan disekeliling tempat tinggal dan lahan kosong harus diupayakan maksimal sehingga berdampak nyata untuk nilai tambah penghasilan masyarakat.
"Pemerintah juga terus mengembangkan palawija dengan program-program pengembangan, karena itu kita optimis dengan adanya kerja tambahan tentunya akan ada penghasilan tambahan juga bagi masyarakat petani,"katanya menambahkan.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Aceh Barat Said Mahjali, di Meulaboh, Jumat, mengatakan, petani dapat memanfaatkan masa transisi panen rendengan ke musim tanam gaduh 2016 ini.
"Kita menganjurkan kepada petani disamping menanam padi sawah juga menanam kedelai, kacang tanah, cabe dan sebagainya. Posisi masa panen rendengan tanaman padi saat ini cukup tepat sehingga ada penghasilan tambahan,"sebutnya.
Said Mahjali menjelaskan, Kabupaten Aceh Barat saat ini juga berupaya mengejar keberhasilan target swasembada pangan nasional, selain tanaman padi juga mengembangkan tujuh komoditi seperti, padi, jagung, kedelai, daging, cabe, bawang dan kapas.
Masa panen rendengan sedang berlangsung selama dua bulan yakni Maret dan April kemudian Mei barulah memasuki musim tanam gaduh 2016, masa transisi ini petani diharapkan sambil panen padi di waktu yang sama juga menanam pala wija pada kebun, perkarangan maupun area lain yang dapat dimanfaatkan.
Dia menjelaskan, kabupaten Aceh Barat yang dikenal sebagai daerah agribisnis di Provinsi Aceh sebagian besar masyarakatnya adalah berprofesi tetap sebagai petani yang juga memiliki kerja sampingan lainnya sebagai pekebun dan peternak.
"Jadi petani kita umumnya memiliki kerja sampingan lain, sebagian sebagian besar juga petani kebun dan peternak. Ini menjadi salah satu kesempatan yang sangat baik untuk menambah pendapatan keluarga bila ada penghasilan tambahan,"jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, kondisi area sawah Aceh Barat sebagian besar adalah tadah hujan menyebab petani kurang bersemangat bercocok tanam tanaman padi pada musim tanam gaduh sehingga lahan pertanian hanya tergarap sekitar 60 persen.
Beda saat memasuki musim rendengan, dimana area sawah patani sedikit mendapat curah hujan tinggi sehingga dimanfaatkan untuk segera turun kesawah, karena itu pada posisi memasuki musim tanam gaduh ini petani dianjurkan berbudidaya palawija.
Selain palawija yang dikembangkan dengan bantuan pemerintah, dorongan terhadap pemanfaatan lahan disekeliling tempat tinggal dan lahan kosong harus diupayakan maksimal sehingga berdampak nyata untuk nilai tambah penghasilan masyarakat.
"Pemerintah juga terus mengembangkan palawija dengan program-program pengembangan, karena itu kita optimis dengan adanya kerja tambahan tentunya akan ada penghasilan tambahan juga bagi masyarakat petani,"katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026