"Produksi udang tangkap di laut mencapai 513 ton. Jika dikonversikan mencapai Rp34 miliar," kata Kepala Bidang Tangkap Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Aceh Timur Zainabon di Aceh Timur, Senin.
Zainabon mengatakan produksi udang laut tersebut didaratkan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.
Yakni Kecamatan Bireum Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Pereulak, Kecamatan Pereulak Timur, Kecamatan Peudawa, Kecamatan Julok, dan Kecamatan Simpang Ulim.
"Udang tangkap tersebut dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh Timur. Ada juga yang dijual ke luar daerah," kata Zainabon.
Selain produksi udang laut, kata Zainabon, produksi udang budi daya di Aceh Timur seperti udang windu mencapai 785 ton dan udang vaname mencapai 3.725 ton.
"Mudah-mudahan budi daya udang di Aceh Timur tetap berjalan lancar guna meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini,” kata Zainabon menyebutkan.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah mengatakan Kabupaten Aceh Timur sukses dengan program kegiatan klaster budi daya perikanan tambak, di antaranya udang vaname.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menjadikan Kabupaten Aceh Timur sebagai sentra produksi udang budi daya vaname dengan produksi mencapai dua juta ton per tahun," kata Hasballah.
Menurut Hasballah, Kabupaten Aceh Timur memiliki potensi pengembangan budi daya udang seperti lahan yang luas serta infrastruktur memadai. Aceh Timur memiliki kondisi alam mendukung budi daya tambak udang vaname.
"Saya berharap perekonomian masyarakat Aceh Timur terus membaik dengan adanya perikanan budi daya, seperti udang vaname dan lainnya," kata Hasballah.
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026