"Kami terus mengevaluasi cara kami bekerja dan menerapkan praktik terbaik serta teknologi untuk menentukan pendekatan baru, yang lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi," kata Finance and Commercial Director Tripatra Benny Joesoep dalam siaran pers pada Selasa.
Sejak tahun 2019, sebagai bagian dari transformasi digital Tripatra, penggunaan teknologi untuk mempercepat proses kerja, pengambilan keputusan berbasis data, dan melakukan eksekusi ataupun monitoring pekerjaan dari manapun dan kapanpun demi meningkatkan kapasitas bisnis yang berfokus pada solusi yang terintegrasi dan profitabilitas, secara konsisten sudah dilakukan Tripatra.
Secara jangka panjang, upaya transformasi digital ini diharapkan dapat memposisikan Tripatra sebagai perusahaan yang memiliki kapabilitas dalam merancang solusi berkelanjutan untuk transformasi energi dan mendukung percepatan hilirisasi.
Tripatra sendiri selama hampir 50 tahun, telah mengembangkan infrastruktur energi yang digitalisasi.
“Hal ini dapat diwujudkan dengan membantu mereka memodernisasi proses bisnis utama yang mereka miliki, mengelola kompleksitas data, menanamkan inovasi, dan mencapai tujuan keberlanjutan, yang dapat dikelola oleh kecerdasan berbasis data yang ditawarkan SAP. Seluruh proses ini pada akhirnya akan mengarah pada prinsip Chasing Zero yang diusung SAP, yaitu Zero waste, Zero emissions, dan Zero inequality,” kata Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro.
Pewarta: Ida NurcahyaniEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026