Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh akan membuka 10 hektare pertanian tanaman cabai merah besar sebagai upaya pengembangan serta membantu peningkatan ekonomi petani dan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Aceh Barat Safrizal, di Meulaboh, Kamis, mengatakan, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi cabai lokal sehingga tertekan dari adanya gejolak kenaikan harga.

"Insya Allah pada awal November 2016 ini sudah mulai kita realisasikan, luasannya tidak begitu besar hanya 10 hektare dulu. Pada intinya itu adalah upaya kita mengajak dan mengairahkan petani untuk bertani cabai," katanya.

Dengan upaya demikian juga diharapkan dapat semakin meningkatkan gairah masyarakat dan petani dalam pengembangan komoditi cabai merah besar yang saat ini kondisi harga jualnya seperti sudah tidak normal.

Harga jual cabai merah di lokasi Pasar Bina Usaha Meulaboh hingga pekan ini bertahan Rp75.000-Rp80.000/kg akibat pasokan terbatas karena pengaruh cuaca mengakibatkan petani cabai kawasan sentra produsen mengalami gagal panen.

Kata Safrizal, dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat itu, Pemkab Aceh Barat akan memberikan bantuan berupa bibit serta penangganan obat-obatan antisipasi serangan hama apabila menyerang tanaman petani.

Selain itu kata dia Pemkab Aceh Barat juga akan mengembangkan dua komidi buah-buahan yakni melon dan semangka sebagai pilot projek, karena melihat prospek pasar cukup menjanjikan apabila benar-benar didorong oleh pemerintah.

"Untuk melon dan semangka itu kita coba dulu tahun ini, program tahun ini kita ada 2,5 hektare dan masih dalam survey serta pembersihan lahan. Kalau ini berhasil maka pengembangannya bisa lebih luas," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, melihat dari kondisi ketersediaan lahan dan peluang pasar, untuk kedua jenis komoditi buah-buahan itu sangat bagus untuk dikembangkan, apalagi sudah ada daerah kabupaten tetangga di Aceh yang berhasil melakukan.

Pada kesempatan yang sama Safrizal juga menyampaikan terhadap program pengembangan komoditi kacang tanah pada beberapa kecamatan sentra yang saat ini semakin membuahkan hasil cukup baik dari sisi produksi.

Adapun kecamatan sentra produksi kacang tanah seperti Kecamatan Pante Ceureumen, Wolya, Sungai Mas dan sedikit masuk wilayah Kecamatan Kaway XVI, harga enceran di pasar komoditi kacang tanah saat ini seharga Rp25.000/kg.

Terhadap semua fasilitas pendukung seperti jalan produksi dan bantuan prasana tetap diupayakan pemda melalui pengembangan masing-masing komoditi itu sesuai rencana kerja sehingga terbangunnya kemandirian ekonomi masyarakat dan petani.

"Pada tahun-tahun sebelumnya soal jalan produksi itu pada Dishutbun, pada 2017 nanti mungkin coba kita sahuti. Sebab untuk jalan produksi sangat penting dalam proses keluar masuk dan pemasaran hasil pertanian,"katanya menambahkan.



Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026