Blangpidie (ANTARA Aceh) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh berupaya memberikan ilmu perikanan kepada seluruh santri di pesantren di wilayah paling barat Indonesia, sehingga mereka bisa mandiri.

"Program kita ke depan,  anak-anak santri kita bina untuk menjadi pembudidaya tangguh dalam perikanan. Disamping memiliki ilmu agama, mereka juga ada ilmu perikanan," kata Kepala DKP Aceh T Dauddin di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Minggu.

Kepala DKP Aceh beserta rombongan datang ke Abdya dalam rangka menyaksikan panen ikan air tawar jenis gurami milik kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Rizki Mina Pesantren Darul Hayat, Desa Lhok  Gajah Sikabu, Kecamatan Kuala Batee.

Ikan air tawar tersebut merupakan kegiatan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan sumber dana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2016.

"Program budidaya ikan air tawar di pesantren ini kita bantu dengan tujuan meningkatkan pendapatan pesantren. Jadi, dengan adanya bantuan budidaya ikan ini tentu anak-anak santri menjadi sehat dan cerdas karena setiap hari bisa mengkosumsi ikan," kata dia.

Ke depan, lanjut dia, anak-anak yang mondok di pesantren ataupun dayah di seluruh di wilayah pantai barat selatan Aceh akan diberikan pembinaan supaya menjadi pembudidaya ikan yang tangguh. Disamping memiliki ilmu agama, santri juga memiliki ilmu perikanan.

"Saya pikir potensi tambak di pantai barat selatan Aceh ini cukup bagus, tetapi belum berfungsi maksimal. Jadi, kita harapkan ke depan ada program khusus untuk membangun dan mengembangkan ikan air tawar di daerah ini," ujarnya.

Dauddin menjelaskan, Aceh saat ini memiliki tambak seluas 4 ribu hektare di seluruh kabupaten/kota dan masih punya potensi yang dapat diperluas dua kali lipat lagi dimasa akan datang.

Semua potensi tambak di Aceh sangat cocok untuk dikembangkan ikan air tawar jenis nila, lele dumbo, ikan patin bahkan ikan gurami yang harga pasarannya cukup bagus, termasuk komoditi lain seperti udang galah terus dibudidayakan oleh masyarakat pedesaan.

"Setelah kita telusuri di pedesaan, lahan seluas 2 ribu meter bisa memproduksi ikan sekitar 1 ton per 6 bulan atau 2 ton per tahun. Tapi hasil ini bisa kita tingkatkan lagi, karena budidaya ini sangat ketergantunagan air dan pembinaan," ujanya.




Pewarta: Suprian
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026