Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Dua satelit Terra dan Aqua digunakan untuk menyensor dengan pantauan modis guna mendeteksi 13 titik panas berada di wilayah Aceh.  
    
"Ya, ada 13 hotspot (titik panas) sore ini di Aceh," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar, Jumat.

Ia menjelaskan, sebanyak 13 titik panas tersebut terdeteksi pada enam kabupaten di Aceh, dan yang terbanyak lima titik diantaranya berada di Nagan Raya.

Lebih tepatnya pada dua kecamatan di kabupaten yang terletak wilayah pesisir pantai Barat di Aceh yakni Darul Makmur empat titik, dan Kuala satu titik.

Diikuti Aceh Besar tiga titik panas, masing-masing tersebar satu titik di setiap kecamatan meliputi Blang Bintang, Lembah Seulawah, dan Seulimun.

Kemudian wilayah Aceh Barat terdeteksi dua titik panas yakni Kecamatan Johan Pahlawan, dan Kecamatan Sama Tiga.

"Sisanya tiga titik panas tersebar di Aceh Barat Daya, tepatnya Kecamatan Barah Rot. Lalu Aceh Tengah di Kecamatan Silihnara, dan Aceh Jaya di Panga," terangnya.

"Mayoritas memiliki tingkat kepercayaan terhadap kebakaran hutan dan lahan di atas 60 persen," tegas Zakaria.

Camat Kaway XVI, Khairuzzadi melaporkan, kebakaran lahan gambut terjadi pada empat desa di wilayahnya tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan, lokasi kebakaran lahan gambut itu diperkirakan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari jalan desa, sehingga sulit dijangkau untuk pemadaman secara sempurna.

"Lokasinya, agak jauh dari pemukiman penduduk. Sudah memasuki kawasan hutan, lebih dua kilometer dari jalan. Kami belum tahu persis, apakah sumber api itu merupakan sisa kebakaran sebelumnya. Sebab saat ini cuaca seperti musim kemarau, dan panas," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nagan Raya Teuku Rahmadsyah pekan ini melaporkan, sekitar 10 hektare lahan gambut di wilayahnya terbakar.

Ia mengaku, tepatnya di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terbakar sehingga menyebabkan terjadinya kabut asap pada malam hari.

"Lokasi kebakaran lahan, sulit dijangkau. Karena medan jalan sulit diterobos, oleh armada pemadam kebakaran. Namun, tetap dilakukan upaya penanganan berupa pemadaman dengan cara-cara lain," ucapnya.




Pewarta: Muhammad Said
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026