Calang (ANTARA) - Sejumlah warga Desa Blang Monlung Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya sudah dua pekan harus melakukan ronda malam untuk mencegah gajah liar masuk ke pemukiman.
"Sudah 12 hari kami meronda bersama masyarakat untuk menghalau gajah yang masuk ke pemukiman dan perkebunan kami," salah seorang warga setempat, Hasrizal, di Aceh Jaya, Selasa.
Dirinya menjelaskan, gajah-gajah tersebut sebelumnya sebanyak tiga ekor mulai mendekat ke pemukiman, diantaranya dua ekor gajah besar dan satu anaknya.
"Kami gelisah takut masuk ke pemukiman karena memang sudah sangat dekat dengan warga kami," ujarnya.
Hasrizal menambahkan, akibat dari mendekatnya gajah-gajah tersebut, sejumlah tanaman warga baik itu sawit dan tanaman pisang dirusak.
"Selama ini kami hanya mengandalkan alat seadanya dengan cara menghalau bersama termasuk dengan marcon yang kami beli swadaya," katanya.
Ia berharap, pihak terkait baik Polisi Hutan (Polhut) dan juga BKSDA dapat membantu agar gajah tersebut bisa keluar dari wilayahnya, karena selama ini juga sudah mulai masuk ke desa lainnya.
"Kami sangat berharap agar pihak terkait segera menghalau gajah tersebut karena sudah sangat meresahkan warga," ujar Hasrizal.
Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh Jaya, Supriadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan warga terkait kekhawatiran gajah masuk ke pemukiman tersebut.
"Untuk informasi sudah kita terima terkait gajah masuk kebun warga di Blang Monlung, dan hari ini sudah kita salurkan mercon kepada warga," katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya stok mercon dari mereka sempat habis karena disebabkan banjir di wilayah Aceh, sehingga tidak bisa disalurkan, dan kini sudah tersedia kembali.
"Untuk tahap awal kita salurkan mercon dulu kalau nanti gajah tersebut tidak keluar maka akan kita turunkan tim, karena saat ini sejumlah tim kita juga sedang berada diluar daerah di wilayah banjir," demikian Supriadi.
