Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai melakukan pembersihan lahan seluas 7,5 Ha sebagai upaya menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat, yang direncanakan akan di bangun menjelang akhir tahun ini.
“Sudah mulai kita bersihkan lahannya, dan segera dilakukan penimbunan,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi, Selasa.
Ia menyebutkan, selain upaya pembersihan lahan dan pembuatan jalan di sekitar lokasi sekolah rakyat, pemerintah daerah juga memastikan administrasi lahan seluas 7,5 hektare tersebut kini sudah selesai semuanya.
“Lahan kita sudah bersertifikat, tinggal timbunan (yang belum),” kata Tarmizi.
Baca juga: Aceh Barat alokasi Rp2 miliar permudah pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini
Tarmizi berharap, pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Aceh Barat masuk dalam tahap kedua, yang rencananya akan dibangun pada Oktober tahun ini bersamaan dengan 100 kabupaten lainnya di Indonesia.
Ia mengatakan perlunya kolaborasi dan gotong-royong dari semua pihak, diharapkan akan mampu menimbun lahan seluas 7,5 Ha yang disiapkan untuk pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Aceh Barat.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar sebagai upaya menyiapkan sejumlah sarana teknis dan nonteknis.
“Tapi untuk timbunan, perlu kolaborasi dengan perusahaan menggunakan dana CSR,” katanya.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan pada Selasa (27/1) pekan lalu, dirinya telah bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dan melakukan komunikasi, apabila bisa dan memungkinkan pembangunan sekolah rakyat di kabupaten lain yang saat ini belum memenuhi persyaratan, agar dialihkan ke Aceh Barat.
“Itu lagi dikaji sekarang apa bisa atau tidak, karena ada sekolah rintisan, proses administrasinya kan harus pindah guru dan murid, kita akan terus berikhtiar, kalau bisa nantinya kita akan masuk dalam tahap satu untuk pembangunan sekolah rakyat pada tahun ini,” ujar Tarmizi.
Baca juga: Ini pesan Prabowo untuk siswa Sekolah Rakyat
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026