Aceh Tamiang (ANTARA) - Wakil Ketua I DPRK Aceh Tamiang Syaiful Bahri menyatakan bahwa mereka memperbaiki kantor pimpinan legislatif setempat dengan menggunakan material bekas banjir bandang yang menerjang kabupaten ini pada akhir November 2025 lalu.
"Karena ruangan pimpinan yang dapat kita perbaiki dengan memanfaatkan barang bekas banjir," kata Syaiful Bahri, di Aceh Tamiang, Selasa.
Beberapa perbaikan yang dilakukan, kata Syaiful, seperti pintu, besi atau rangka baja, kayu serta bahan apa saja yang tersisa dalam gedung tersebut.
"Yang bengkok kita luruskan, lalu kita pasang. Kayu yang ngembang kita ketam, kita pasang balik. Nah, kalau perbaikan ruang tiga pimpinan ini semuanya bisa dibilang pakai material bekas," ujarnya.
Baca juga: PMI Bekasi salurkan bantuan senilai Rp283 juta untuk Aceh Tamiang
Dirinya menjelaskan, kerusakan gedung DPRK Aceh Tamiang pascabencana mulai dari lantai satu hingga dua. Meski demikian, gedung itu masih dapat menampung para pengungsi.
Adapun kerusakan fisik di lantai satu, kata dia, mencapai 95 persen meliputi semua dinding sekat ruangan komisi, sekretaris dewan, ruang lobi hingga pimpinan jebol seluruhnya.
Sedangkan untuk perlengkapan kerja di lantai bawah seperti meja, sofa/kursi, lemari, rak buku dan alat kerja lainnya juga 100 persen rusak dihantam banjir.
Kemudian, untuk lantai dua kerusakan bangunan mencapai 25 persen, sehingga bisa dijadikan tempat pengungsian, tetapi tingkat kerusakan barang mencapai 75 persen.
"Sementara di luar pekarangan saya berani menyatakan 60 persen hancur, terdiri dari jalan, paving block, taman dan trotoar itu hancur. Itulah untuk keadaan kantor di sini," katanya.
Sementara ini, lanjut dia, untuk aktivitas pegawai di sekretariat dewan terpaksa dipindahkan ke ruang Panitia Anggaran (Panggar) di lantai dua yang hanya berukuran 20x10 meter.
"Jadi semua ASN Sekretariat Dewan bekerja di ruang Panggar. Untuk aktivitas DPR-nya sudah aktif setelah seluruh ruangan dibersihkan personel TNI AD," demikian Syaiful Bahri.
Baca juga: TNI renovasi sekolah terdampak bencana di Aceh Tamiang
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026