Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan  saat lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tidak ada lagi pengungsi tinggal di tenda dan mereka sudah berpindah ke hunian sementara (Huntara).

"Kita berusaha memang supaya sebelum lebaran, target kita tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda," kata Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, di Pidie Jaya, Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan M Tito Karnavian di sela-sela peninjauan Huntara di Pidie Jaya, Aceh, bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.

Dirinya mengatakan, pengungsi yang masih di tenda mulai turun, sekitar  6.873 jiwa lagi, dengan rincian 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara, sedangkan sumatera barat sudah tidak ada pengungsi di tenda.

"Pengungsi yang masih ada di tenda itu di Aceh tersebar di beberapa daerah, di Sumatera Utara itu di Tapteng dan Tapsel. Kalau Sumatera Barat nol,  Semua tidak ada lagi yang di tenda," ujarnya.

Satgas menargetkan sebelum Idul Fitri semua pengungsi sudah masuk ke Huntara, kemudian mereka mendapatkan dana tunggu hunian.

Tito menyampaikan, Huntara yang mau dibangun sebenarnya sudah mencukupi. Hanya saja masih dalam proses pembangunan baik dari BNPB, Danantara, Kementerian PU serta  lembaga kemanusiaan lainnya.

"Kepala BNPB sudah menyampaikan, akan diatur, karena ada Huntara yang dibangun cukup banyak, sementara orangnya kurang. Nah itu akan dipindahkan, dimasukkan ke situ," katanya.

Disisi lain, saat melakukan peninjauan ke Huntara BNPB di Pidie Jaya, masyarakat juga mengeluhkan soal kondisi Huntara yang panas serta persoalan air bersih. 

Perihal tersebut, lanjut dia, bakal disampaikan kepada BNPB untuk dapat dibantu memperbaikinya agar warga hunian tidak kepanasan, seperti membuat plafon nya.

"Kita akan sampaikan ke Kepala BNPB (soal plafon Huntara). Standarnya dibuat ke depan, supaya ada alasnya, membuatnya tidak terlalu panas kira-kira gitu. Tapi juga dibantu kipas angin kan," demikian Tito Karnavian.
 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026