Banda Aceh (ANTARA) - Pengurus persyarikatan Muhammadiyah di Provinsi Aceh mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan pelaksanaan Idul Fitri 1447 H/2026 secara dewasa.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Aceh Dr Aslam Nur di Banda Aceh, Jumat, mengatakan perbedaan jadwal Lebaran antara Muhammadiyah dan pemerintah, jangan disikapi secara berlebihan. Ia masyarakat Aceh untuk tetap selalu menjaga ukhuwah dan bersikap dewasa.

“Perbedaan pelaksanaan Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah mari kita sikapi dengan kedewasaan," kata Aslam Nur yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh ini.

Baca juga: Muhammadiyah Aceh tetapkan 50 lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri

 

"Masing-masing memiliki landasan dan alasan tersendiri. Kami berharap masyarakat tetap bersukacita dan menjaga kebahagiaan di tengah perbedaan ini,” lanjutnya.

Pada Jumat pagi ratusan warga Muhammadiyan terlihat memusatkan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) di Banda Aceh.

Pada pelaksanaan shalat Id, bertindak sebagai imam adalah Ustadz Darwis Lathief, sedangkan Ust Riza Afrian Mustaqim sebagai khatib.

U5ntuk wilayah Banda Aceh terdapat dua titik utama pelaksanaan shalat Idul Fitri.

"Di Banda Aceh sendiri ada dua lokasi, yaitu di halaman kampus Unmuha dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukaramai," kata Aslam Nur.

Dirinya mengatakan, secara keseluruhan, terdapat 50 titik pelaksanaan shalat Idul Fitri yang tersebar di tingkat Pimpinan Daerah (PDM), Pimpinan Cabang (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se Aceh.

"Semua titik tersebut menyelenggarakan shalat secara serentak pada hari ini," ujarnya.

Seperti diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan lebih dulu 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat 20 Maret 2026, didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Penetapan Muhammadiyah ini berbeda dengan pemerintah yang menetapkan Idul Fitri pada Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan hasil sidang isbat yang berlangsung Kamis malam (19/3), di Jakarta.



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026