Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat sebanyak 281.984 anak di Aceh dalam lima tahun terakhir (2021-2025) tidak menerima imunisasi lengkap, kondisi ini membuat anak-anak di Aceh rentan terkena penyakit campak.
"Sekitar 281 ribu anak di Aceh dalam lima tahun terakhir memang sama sekali tidak ada riwayat imunisasi dari bayi sampai dengan umur lima tahun," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Iman Murahman, di Banda Aceh, Sabtu.
Berdasarkan data Dinkes Aceh, adapun tiga daerah tertinggi anak tidak diimunisasi tersebut yakni di Kabupaten Pidie 34.182 anak, kemudian Aceh Utara 31.491, dan Bireuen sebanyak 30.302 anak.
Iman menyampaikan, anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi tersebut sangat rentan terhadap penyakit seperti campak. Bahkan, setiap tahunnya di Aceh terdapat sekitar lima ribu kasus, dan rata-rata mereka adalah anak-anak yang termasuk dalam 281 ribu tersebut.
"Bahkan, untuk tahun ini saja sudah 724 kasus sejak Januari sampai dengan Maret 2026, dan saya pikir tahun ini juga pasti angkanya ada berjumlah ribuan karena memang tadi anak-anak tadi kita belum dikejar untuk imunisasi," ujarnya.
Ia menegaskan, Dinkes Aceh bersama kabupaten/kota dalam beberapa bulan ini terus berusaha untuk melakukan imunisasi terhadap anak-anak yang masuk dalam 281 ribu tersebut.
"Sedikit demi sedikit, karena kita juga meminta ke petugas kesehatan untuk menyarankan dan kejar anak-anak yang ikut posyandu untuk imunisasi, sehingga mereka punya kekebalan terutama terhadap campak. Karena campak ini bisa dilakukan pada anak balita sampai anak sekolah," tegasnya.
Baca: Ratusan murid madrasah ikut Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Banda Aceh
Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa secara nasional pada Januari-Maret 2026, angka imunisasi lengkap anak di Aceh masih yang terendah atau berada di posisi 37 dari 38 provinsi se Indonesia.
"Kalau secara nasional pada 2026 ini, kita 1,9 persen, atau baru 2 persen anak-anak bayi kita di Aceh yang sudah imunisasi lengkap. Dan itu kita menduduki peringkat ke 37, diatas Papua Pegunungan yang baru 0,1 persen," ujarnya.
Iman menuturkan, berdasarkan hasil survei mereka, rendahnya angka imunisasi di Aceh tersebut disebabkan ketidakmauan orang tua untuk mengimunisasi anaknya, dan rata-rata alasannya karena ketakutan efek samping.
"Ada yang memang sama sekali tidak mau ya. Jadi, kekhawatirannya itu lebih besar saat sebelum pelaksanaan imunisasi, dan tidak mengetahui manfaat yang terbaik dari imunisasi itu sendiri," katanya.
Terhadap kondisi ini, lanjut dia, Dinkes Aceh terus berupaya meningkatkan imunisasi anak Aceh, salah satunya dengan mendekati pemerintah daerah masing-masing agar dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat.
Langkah ini sudah terbukti berjalan, seperti di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, pemerintahan disana memberikan dukungan penuh, sehingga pelaksanaan imunisasi di sana terjadi peningkatan.
"Dan sekarang kita sedang mencoba di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Jaya, Aceh Besar, karena daerah ini capaian imunisasinya sangat rendah sekali, mudah-mudahan dengan pendekatan tersebut kita bisa melakukan peningkatan di 2026 ini," demikian Iman Murahman.
Baca: FOTO - Bulan imunisasi anak di Aceh
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026