Aceh Barat (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat memberi edukasi kepada siswa SMA Negeri 1 Panton Reue, kabupaten setempat untuk mengenal dan mengembangkan kerajinan tangan eceng gondok, sebagai produk lokal berbasis sumber daya daerah.

“Melalui program ini, Dekranasda Aceh Barat berharap para pelajar semakin mengenal kekayaan kerajinan lokal dan terdorong untuk terus berkarya serta menciptakan inovasi produk kreatif,” kata Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Barat, Afrinda Novalia dalam keterangan diterima di Meulaboh, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda menghadirkan narasumber Cut Afni Zahara, pemilik usaha EG Craft yang selama ini fokus melakukan pengembangan kerajinan tangan eceng gondok di Kabupaten Aceh Barat. 

Para siswa juga diperkenalkan pada proses pengolahan eceng gondok menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Dikatakannya, mulai dari proses pengeringan bahan baku, teknik dasar pengolahan, hingga praktik anyaman sederhana dijelaskan secara langsung kepada peserta. 

Materi yang disampaikan tidak hanya membuka wawasan siswa tentang potensi limbah tanaman air, tetapi juga menginspirasi mereka untuk melihat peluang usaha kreatif dari bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Untuk menambah semangat peserta, panitia turut menyediakan berbagai doorprize bagi siswa yang aktif berpartisipasi dan berhasil menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung.

Afrinda mengatakan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan kerajinan daerah agar tidak hanya lestari, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan bernilai ekonomi.

“Pelajar hari ini adalah generasi kreatif masa depan. Potensi lokal yang ada di sekitar kita harus mampu diolah menjadi peluang usaha yang inovatif dan bernilai jual,” ujarnya 

Ia juga mengajak para pelajar untuk mulai membangun pola pikir kreatif dan berani berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar sebagai inspirasi produk usaha di masa mendatang. 

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pelestarian budaya daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal, demikian Afrinda.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026