Blangpidie (Antaranews Aceh) - Masyarakat dan santri secara bergantian mengumandangkan azan di seluruh masjid dan pondok pesantren di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, dalam menyambut datangnya gerhana bulan, Rabu malam.

Amatan di lapangan, peristiwa langka gerhana bulan atau lebih dikenal dengan sebutan "Super Blue Blood Moon" itu mulai muncul di Kabupaten Abdya sekitar pukul 19.00 WIB dan disaksikan dengan jelas oleh ribuan masyarakat di sepanjang jalan.

Sepanjang jalan nasional dari Blangpidie, Ibukota Kabupaten Abdya hingga memasuki perbatasan Kabupaten Aceh Selatan dipenuhi masyarakat yang menyaksikan peristiwa "Super Blue Blood Moon" dengan mata telanjang tanpa menggunakan alat teropong bulan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, warga kota ataupun pedesaan dalam Kabupaten Abdya juga terlihat berduyun-duyun datang ke masjid-masjid untuk melaksanakan ibadah sholat Isya. Kemudian melanjutkan dengan sholat sunnah khusuf secara berjamaah.

Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Fata, Desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, Abu Nasrullah Aja ketika dikonfirmasi mengatakan, ketika gerhana tiba umat muslim di seluruh dunia disunahkan untuk melaksanakan sholat khusuf.

"Sholat khusuf ini berbeda dengan sholat fardhu, dan sholat-sholat lainnya. Kalau sholat gerhana ini dua rakaat empat kali membaca fatihah. Setiap satu rakaat dua kali baca fatihah," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Abu Nas, sebelum melaksanakan sholat khusuf berjamaah terlebih dahulu dikumandangkan azan secara bergiliran, dan berkali-kali sebagai bentuk mengagungkan kebesaran Allah SWT.

"Masyarakat Abdya umumnya warga Aceh sejak dahulu hingga sekarang selalu mengumandangkan azan di mana-mana, kemudian warga melaksanakan sholat khusuf berjamaan, memperbanyak zikir, dan berdoa pada Allah SWT jika terjadinya gerhana bulan," ujarnya.

Pewarta: Suprian
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026