"Presiden Jokowi ingin jajarannya bergerak cepat dan melakukan lompatan besar dalam mengatasi krisis," kata Hendri di Jakarta, Jumat.
Presiden Jokowi, katanya, juga ingin semuanya sadar bahwa saat ini momentum paling tepat untuk bertolak dari krisis melalui era baru yang lebih baik, terutama di sisi ekonomi.
"Ekonomi itu kalau kuartal ketiga kita minus, maka kita masak ke resesi. Kalau resesi repot sekali. Pak Jokowi ingin kita segera bertolak secara cepat, ini dibajak momentumnya agar semuanya bisa bertolak dengan cepat dan melesat," ucap Hendri.
Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2020, di Gedung MPR/DPR, Presiden Jokowi menyerukan untuk membajak momentum krisis dan melakukan lompatan-lompatan besar.
"Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country (Negara Berpendapatan Menengah Atas),” ujar Jokowi yang mengenakan pakaian adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur.
Presiden meyakini ketika Indonesia berusia 100 tahun atau 25 tahun lagi, Tanah Air akan menjadi negara maju.
"25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju," tuturnya.
Jokowi mengatakan strategi besar tersebut, antara lain akan dilakukan di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.
Pewarta: Syaiful HakimUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026