Lhokseumawe (ANTARA) -  Berbagai cara dilakukan untuk memperkuat hubungan  silaturahmi sesama mitra kerja, salah satunya dengan pelatihan menembak, termasuk bagi kalangan wartawan  Pasee (Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe) yang digelar dilapangan tembak Jeulekat Brimob Batalyon B Pelopor Polda Aceh.

Pelatihan dipimpin Danki 1 Batalyon B Pelopor Iptu M Nafis Luthfy SH didampingi dan diawasi  Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Ahmad Yani dan Pasi Ops Batalyon B Pelopor Iptu Zulfikar di lapangan Jeulekat Kota Lhokseumawe, Sabtu.

"Hari ini kita melakukan kegiatan rutin yaitu latihan kemampuan penguasaan senjata api personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh. Dalam kesempatan ini kita juga mengundang rekan-rekan wartawan dengan tujuan untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi sesama mitra kerja," kata Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Ahmad Yani melalui Danki 1 Iptu M Nafis Luthfy SH.

Dikatakannya, pada pelatihan menembak untuk mitra kerja Brimob Polda Aceh, para wartawan  diberi SOP dan juga pengetahuan bagaimana cara menggunakan senjata api jenis AK 101 dan pistol FN.

"Jadi hari ini kita mengajak rekan-rekan wartawan Pasee untuk latihan menembak sebagai ajang silaturahmi antara anggota Brimob Polda Aceh dan awak media,"katanya.

Pada kesempatan tersebut, wartawan diberi kesempatan menembak menggunakan peluru, masing-masing diberikan lima butir peluru untuk menembak sasaran yang telah disediakan dan juga akan dinilai.

"Mereka (Wartawan) sangat antusias mengikuti pelatihan menembak, dari hasil tembakan rekan-rekan wartawan, yang memiliki nilai tertinggi adalah wartawan Antara Dedy Syahputra dan fotografet Antara Rahmad YF dengan nilai sama yakni 9 10 10,"katanya.


Program rutin personil

Sementara itu, Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Ahmad Yani mengatakan latihan menembak merupakan program rutin yang dilaksanakan Brimob yang bertujuan agar personel Polri terampil dalam menggunakan senpi yang mereka pegang masing-masing dan bertanggung jawab atas senpi tersebut.

Penggunaan senjata digunakan untuk pelaksanaan tugas dalam rangka memelihara ketertiban masyarakat dan melindungi masyarakat dari ancaman yang membahayakan jiwa.

"Sebagai wujud dari tugas pokok dan fungsi Brimob dalam menangani kejahatan berintensitas tinggi serta sebagai wujud bakti Brimob untuk masyarakat,"katanya.

Ia menambahkan, pemegang senjata api dituntut untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang prosedur-prosedur penggunaan senjata api. Sehingga dalam menjalankan tugas, tidak ditemukan lagi pelanggaraan yang mengarah pada penyalahgunaan senjata api.

"Harapan kami semoga kegiatan yang sudah terlaksana ini dapat bermanfaat untuk personil Brimob sehingga profesional dalam pelaksanaan tugas dan kepada rekan wartawan semoga dengan kegiatan silahturahmi ini dapat mempererat hubungan kemitraan,"kata Ahmad Yani.

Salah satu materi yang dilatihkan adalah menembak jarak 100 meter dengan sikap tiarap, duduk dan berdiri menggunakan senjata serbu jenis AK 101.

Sebelum latihan, personel terlebih dahulu diingatkan untuk tetap menjalankan SOP penggunaan senjata api pada setiap pelaksanaan kegiatan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan serta menghindari kesalahan prosedur dalam penggunaan senjata api dan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.

 

Pewarta: Dedy Syahputra
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026