"Rencana pemekaran ABAS adalah harga mati masyarakat pantai barat selatan Aceh, yang tidak bisa ditawar lagi," kata Adli Yuzar SH perwakilan elemen sipil ABAS dalam konfrensi pers di warung Muhammadiyah Pasar Baru Tapaktuan, Minggu.
Pihaknya, kata Adli Yuzar, mengaku sangat kecewa terhadap pernyataan pihak Gerakan Membangun Barat Selatan Aceh (Gema Barsela) yang terkesan tidak mendukung rencana pemekaran ABAS.
"Pernyataan Gema Barsela kami nilai sangat tendensius dan terkesan seperti alergi terhadap keinginan masyarakat wilayah pantai barat selatan yang tengah berupaya memperjuangkan pemekaran ABAS," tegasnya.
Karena itu, pihaknya mengecam pernyataan Gema Barsela yang menyebutkan atau menuding bahwa rencana pemekaran ALA dan ABAS adalah kepentingan elit dan harus di lakukan kajian ilmiah secara mendalam.
Anggota elemen sipil pro pemekaran ABAS lainnya, Nasruddin Bahar dalam kesempatan itu juga mengatakan bahwa, Ketua Gema Barsela Hendra Fadhli dan Sekretarisnya Dedi Saputra terkesan tidak tahu duduk persoalan terkait rencana pemekaran ABAS.
"Mereka kami nilai tidak tahu duduk persoalan yang sebenarnya, yakni apa maksud dan tujuan dari rencana pemekaran ABAS tersebut. Sebab tujuannya adalah murni untuk kemajuan pembangunan dan kemakmuran rakyat di masa mendatang. Maka oleh sebab itu, kami meminta jika tidak tahu duduk persoalan sebaiknya tolonglah jangan banyak ngomong, sebab imbasnya dapat melemahkan semangat atau motivasi kawan-kawan yang sedang berjuang mewujudkan pemekaran ABAS," tegas Nasruddin Bahar.
Hadi Irawan, koordinator forum pemuda mahasiswa pantai barat selatan Aceh, juga mengecam pernyataan Gema Barsela.
Menurutnya, perjuangan pemekaran ABAS lahir bukan atas dasar kepentingan elit tertentu tapi murni keinginan rakyat yang merindukan adanya kemajuan pembangunan di wilayahnya serta kemakmuran dari segi ekonomi.
"Saya bersama kawan-kawan mahasiswa dan pemuda secara bersama-sama sudah beberapa tahun ikut langsung dalam memperjuangkan pemekaran ABAS ini. Jadi, tolong jangan korbankan kepentingan masyarakat pantai barat selatan hanya dengan kepentingan kelompok tertentu semata," tegasnya.
Berkaitan dengan itu, kata Hadi Irawan, pihaknya mempertanyakan legalitas forum Gema Barsela dalam memberikan pernyataan terkait rencana pemekaran ABAS tersebut, apakah mewakili seluruh aspirasi masyarakat pantai barat selatan Aceh atau hanya mewakili pribadi kelompoknya.
"Kami meminta Gema Barsela jangan melakukan manuver politik demi kepentingan elit dan kelompok tertentu. Kami juga meminta kepada Gema Barsela agar jangan sampai menjadi antek-anteknya Pemerintah Aceh," pintanya.
Wakil Ketua Umum PAS, Muzakir menyatakan bahwa pihaknya mengajak seluruh masyarakat pantai barat selatan Aceh, mahasiswa dan pemuda sebagai garda terdepan serta seluruh tokoh masyarakat dan juga pimpinan partai politik yang ada di wilayah itu untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan pemekaran Provinsi ABAS tersebut.
"Dalam konteks ini, kami meminta tolong hilangkan kepentingan individu dan kelompoknya. Tapi marilah kita bersama–sama melihat kepentingan seluruh masyarakat yang ada di pantai barat selatan Aceh," seru Muzakir.
Menurut Muzakir, elemen sipil pro pemekaran ABAS Kabupaten Aceh Selatan, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap anggota DPR RI dan DPD asal Aceh yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) ACEH yang telah menggagas kembali rencana pemekaran ALA-ABAS di tingkat pusat.
"Kami berharap kepada anggota DPR RI dan DPD asal Aceh di senayan Jakarta, dapat memberikan kado terindah dan istimewa bagi masyarakat ALA-ABAS yang sudah puluhan tahun menginginkan pemekaran ALA- ABAS dari Provinsi Aceh," pungkasnya.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026