Meulaboh (ANTARA Aceh) - Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mamastikan tidak ada praktik perpeloncoan pada hari pertama sekolah di semua jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Zulkarnain, di Meulaboh, Senin, mengatakan, semua sekolah dipantau dengan menurunkan tim pengawas dari dinas untuk memastikan tidak ada sekolah yang melanggar larangan perpeloncoan.

"Di semua sekolah di Aceh Barat tidak ada 'mos-mosan'. Guru mengajari PBB dan memperkenalkan sekolah, dan cara memanfaatkan perpustakaan," tegasnya.

Zulkarnain menjelaskan, proses belajar mengajar (PBM) dan hari pertama masuk siswa dan murid baru  semua jenjang pendidikan di Aceh Barat dimulai sejak Senin (11/7) pascalibur Idul Fitri 1437 Hijriah.

Pemkab Aceh Barat mempercepat dimulainya PBM dan aktivitas semua sekolah guna memanfaatkan waktu, karena selama bulan puasa Ramadhan semua sekolah libur, dan aktivitas belajar mengajar hanya terlaksana selama satu minggu.

Karena itu sebut Zulkarnain, semua aktivitas penerimaan siswa telah terkontrol saat pertama menerima intruksi dari Kamenterian Pendidikan terkait pelarangan MOS oleh senior sekolah dan alumni dan MOS hanya boleh dilakukan oleh guru.

"Orientasi itu menjurus pada pengenalan sekolah saja, tidak ada yang macam-macam dan kami juga ada tim pengawas lapangan. Memang saya yang perintahkan langsug untuk mendampingi iswa baru," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, keterlibatan orang tua mengantarkan anak-anaknya kesekolah pada tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebab ada aturan baru yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2016.

Semua orang tua membawa anak mereka dan melihat langsung proses penerimaan, di samping orang tua anak menandatangani surat pernyataan penting yang dikeluarkan oleh sekolah terkait kemampuan anak seusai mengikuti tes.

Selain melihat langsung anak mengikuti tes terakhir dan melihat kondisi sekolah, ada kebijakan terhadap orang tua anak yang tidak bisa membaca Quran saat tes masuk sekolah, maka menjadi tangung jawab orang tua mengajari.

"Saat hari pertama masuk, itu semua orang tua kita wajibkan juga untuk datang mengantarkan anak, di samping melihat anaknya mengikuti tes pengajian Quran sebelum diberi nomor," katanya.
    



Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026