Tapaktuan (Antara Aceh) - Realisasi pendapatan asli daerah (PDA) Kabupaten Aceh Selatan hingga Juli 2016 Rp65,6 miliar atau 69,75 persen dari target murni sebesar Rp94 miliar.
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Selatan Diva Samudra Putra di Tapaktuan, Rabu menyatakan, perolehan PAD tersebut melebihi dari target yang ditetapkan hingga bulan Juli 2016 sebesar Rp54 miliar lebih atau 58 persen.
"Sebenarnya target yang ditetapkan hingga bulan Juli 2016 adalah sebesar 58 persen. Namun berkat kesungguhan dan kegigihan bersama ditambah tingginya kesadaran masing-masing SKPK dalam mengumpulkan PAD, maka hingga akhir bulan Juli mampu terealisasi mencapai 69,75 persen," katanya.
Jika dilihat pada patokan awal sebenarnya angka 69,75 persen tersebut berada pada posisi bulan September, tambah dia.
Melihat realisasi PAD hingga triwulan kedua tahun 2016 telah melebihi dari target, Diva sangat optimis bahwa sisa perolehan PAD sebesar Rp28,4 miliar lebih atau 30,25 persen lagi pada triwulan tiga dan empat juga akan terkumpul melampaui target, sehingga pihaknya sangat yakin perolehan PAD Aceh Selatan tahun 2016 akan melewati angka target PAD murni sebesar Rp94 miliar lebih.
"Sebab angka 69,75 persen tersebut masih berada di posisi bulan Juli, jika dihitung hingga bulan Agustus maka angka perolehan PAD telah mencapai 70 persen lebih. Itu belum masuk lagi pada puncaknya sebab biasanya masa puncak itu berada disaat telah mulai selesainya pekerjaan proyek fisik karena di posisi itu akan ada pemasukan kontribusi PAD yang sangat signifikan seperti dari galian C," papar Diva.
Ia menyatakan, perolehan PAD tersebut yang paling tinggi bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kemudian disusul dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), retribusi, pengelolaan kekayaan daerah, zakat serta sumber-sumber yang sah lainnya.
Dia menyebutkan, pendapatan pajak daerah telah terkumpul mencapai Rp7,4 miliar, hasil retribusi daerah sebesar Rp5,3 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp4,5 miliar, zakat sebesar Rp5,5 miliar serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp71, 3 miliar.
Menurut Diva, target PAD murni sebesar Rp 4 miliar lebih tersebut masih berpotensi akan ditingkatkan sebesar 10 persen lagi dalam APBK-P 2016 sehingga target PAD Aceh Selatan akan berada pada posisi Rp100 miliar lebih.
"Memang sudah menjadi kebiasan seperti sebelumnya, disaat pembahasan APBK-P selalu akan ada penambahan target PAD sebesar 10 persen bahkan jika memungkinkan bisa lebih," ujar dia.
Namun penambahan tersebut harus realistis jangan sampai setelah dilakukan penambahan tiba-tiba justru tidak mampu tercapai, sebab dalam ketentuannya APBK-P tersebut tidak boleh defisit karena jika defisit maka akan berdampak tidak bisa dibayarkannya tagihan anggaran pekerjaan proyek fisik yang telah selesai dikerjakan oleh pihak rekanan," jelas Diva.
Dengan keberhasilan ini, tegas Diva, telah membuktikan bahwa menajemen dan tata kelola keuangan daerah sekarang ini sudah mulai membaik jika dibandingkan sebelumnya.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya dan kerja keras pimpinan daerah serta kejelian dan kegigihan pihak SKPK dan para camat termasuk seluruh aparatur pemerintah lainnya, sebab PAD merupakan modal utama atau urat nadi dalam mendongkrak kemajuan pembangunan daerah menuju cita-cita mewujudkan Aceh Selatan terdepan," kata Diva Samudera Putra.
Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra memberi apresiasi atas keberhasilan pihak DPKKD bersama SKPK dan para camat yang telah mengumpulkan PAD hingga posisi bulan Juli 2016 telah melebihi target.
Dalam rangka terus meningkatkan perolehan PAD tersebut, Bupati Sama Indra mengharapkan agar memfokuskan pungutan dari segala sektor khususnya yang bersumber dari sektor pajak dan pendapatan asli daerah yang sah lainnya sehingga jika pada tahun 2015 lalu perolehan keseluruhan PAD mampu melampaui target sekitar Rp11 miliar lebih, maka posisi tahun 2016 harus mampu melebihi dari capaian tahun 2015.
"Target PAD tahun 2015 sebesar Rp 92 miliar lebih namun pada akhir tahun mampu terealisasi sebesar Rp103 miliar lebih artinya ada kelebihan dari target sebesar lebih kurang Rp11 miliar lebih. Jika pada tahun 2016 targetnya Rp94 miliar lebih, maka perolehan akhir tahun nanti harus melebihi dari capaian tahun 2015," pinta Bupati.
Pewarta: HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.