Delima Silalahi, seorang aktivis lingkungan asal Indonesia peraih penghargaan internasional Anugerah Lingkungan Goldman 2023. (ANTARA/HO-Edward Tigor)
Sebelumnya, perusahaan pulp dan kertas Toba Pulp Lestari (TPL) telah mengubah sebagian lahan menjadi hutan tanaman industri berupa pohon eukaliptus melalui skema penanaman monokultur. Eukaliptus tersebut bukan tanaman asli dari Tanah Batak.
Delima bercerita tentang pohon kemenyan atau Styrax benzoin yang menjadi tanaman endemik. Penduduk lokal telah membudidayakan pohon kemenyan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bahkan, catatan sejarah menunjukkan bahwa getah yang digunakan dalam minyak, wewangian, dan pengobatan itu telah dipanen dan diperdagangkan setidaknya sejak abad kedelapan.
Pohon kemenyan yang dibudidayakan secara berkelanjutan di dalam hutan bisa dipanen getahnya secara terus menerus selama 60 tahun. Getah itu telah menjadi sumber pendapatan bagi penduduk lokal.
Bagi masyarakat adat Batak, kemenyan memiliki makna yang mendalam dan sangat penting bagi kehidupan mereka. Selain berfungsi secara ekonomi, getah kemenyan juga memiliki makna sosiologi dan ekologis.