Sabang (ANTARA Aceh) - Ratusan warga Sabang di Banda Aceh terancam tidak bisa pulang untuk memberikan suaranya pada Pilkada Rabu (15/2), akibat cuaca buruk yang melanda perairan wilayah itu, sehingga tidak ada kapal yang beroperasi.

Sejumlah warga Sabang di Banda Aceh, Selasa menyatakan, mereka tidak bisa pulang untuk memilih pasangan calon Gubernur/Wagub Aceh dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Sabang pada Rabu, karena tidak adanya kapal yang berangkat dari Banda Aceh ke Sabang.

"Kami kuliah di Banda Aceh dan kami tidak bisa pulang 12 orang dan warga Sabang lainnya juga banyak di pelabuhan yang tidak bisa pulang untuk memilih," kata mahasiswa asal Sabang Heri ketika didihubungi Antara dari Sabang.

Anggota PMI Kota Sabang Samsul juga menyampaikan, ia bersama sejumlah temannya ke Banda Aceh pagi tadi menggunakan jasa pelayaran Kapal KMP BRR mengantar jenazah warga Surabaya yang meninggal di Sabang, Senin (13/2) dan jenazah tersebut dipulangkan ke kampung asal, Surabaya, Jaya Timur.

"Saya dan teman-teman PMI mengantar jenazah warga Surabaya yang meninggal di Sabang dan tadi kelamaan di cargo pesawat, begitu selesai kami langsung ke Pelabuhan Ulee-Lheue untuk kembali ke Sabang," katanya.

Samsul menjelaskan, setiba di Pelabuhan Ulee-Lheue Banda Aceh tidak ada lagi kapal yang berangkat dari Banda Aceh-Sabang.

"Saya sudah mendapat undangan untuk memilih besok (Rabu, 15/2), karena tidak ada lagi kapal yang berangkat gagal memilihnya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Samsul juga menyampaikan, di Pelabuhan Ulee-Lheue, lebih seratusan warga Sabang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat lainnya tidak bisa pulang untuk memilih, karena tidak adanya kapal yang berlayar.

"Sayang, sangat banyak masyarakat tidak bisa memilih karena cuaca kurang bersahabat. Padahal warga antusias untuk memilih, buktinya warga Sabang di Banda Aceh mau pulang hanya untuk memilih," katanya lagi.

"Ya cuacanya kurang bersabat, tapi seharusnya ada alternatif dan pihak UPTD Pelabuhan maupun ASDP memberitahukannya jauh-jauh hari," tambahnya.

Petugas UPTD Pelabuhan Balohan, Sabang Agustiar menyampaikan, cuaca buruk yang melanda perairan Sabang dan sekitarnya mengganggu jadwal pelayaran dari Banda Aceh - Sabang dan sebaliknya.

"Hari ini kapal lambat (KMP BRR) hanya sekali berlayar dari Sabang- Banda Aceh dan sebaliknya, kemudian, kapal cepat lumpuh totol karena cuaca buruk," kata Agustiar.

Ia menjelaskan, kapal KMP BRR hari ini (Selasa, 14/1) hanya berlayar sekali pulang pergi (PP) yakni, pukul 08:00 WIB dari Sabang dan pukul 11:00 WIB dari Banda Aceh.

"Kalau pagi angin gelombang di laut sedikit bagus, tapi siangnya angin dan gelombangnya tidak memungkinkan untuk melayani pelayaran. Selain itu juga pihak Syahbandar tidak memberikan izin untuk berlayar demi keselamatan pelayaran," kata petugas UPTD Pelabuhan Balohan Sabang.

Ada pun ketiga pasangan calon Wali Kota Sabang periode 2017-2022 meliputi, pasangan Izil Azhar dan Anwar (nomor 1), Zulkifli H Adam dan Zulwanda (nomor 2) dan pasangan Nazaruddin dan Suradji Djunus (nomor 3).

Pasangan Izil Azwar dan Anwar maju melalu jalur perseorangan (independen), Zulkifli H Adam dan Zulwanda diusung partai, PKS, PPP, NasDem, PAN, PNA, PDI-P dan PBB lalu, Nazaruddin dan Suradji Djunus disusung Partai Aceh, Golkar, Demokrat, PKB dan Gerindra.



Pewarta: Irman Yusuf
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026