Hal sama terjadi di timnas Spanyol. Nico Williams dilahirkan dari seorang pengungsi dari Ghana, bahkan abangnya, Inaki Williams, membela timnas negara di Afrika itu.
Pemain berusia 22 tahun itu mendedikasikan kemenangannya untuk orang tuanya dan mengatakan ada perubahan mendasar dalam tim nasional Spanyol.
"Keluarga saya sudah berjuang keras untuk mendapatkan momen ini. Ini untuk mereka semua, semua orang yang mempercayai saya sejak awal," kata Williams.
“Orang tua saya telah banyak menderita untuk membuat saya bisa sampai di sini, merekalah yang paling menderita dan menanamkan rasa hormat dan kesetiaan kepada saya."

Baca juga: Indra Sjafri dan Jens Raven: Spanyol punya kans menang Euro 2024
Sementara itu, Lamine Yamal yang genap berusia 17 tahun Sabtu lalu dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Euro 2024. Yamal merupakan pemain berdarah Maroko dan Guinea.
Williams mengakui kehebatan Yamal yang tampil luar biasa di debutnya di turnamen Euro 2024 bersama tim senior.
"Lamine (Yamal) luar biasa… Anda semua melihatnya dalam turnamen ini," kata Williams. "Dia pemain hebat dan pribadi yang hebat."
Ketika ditanya apakah tim Spanyol kini favorit juara Piala Dunia 2026, Williams menjawab fokusnya adalah menikmati sukses juara di Jerman.
"Dua tahun, dua tahun itu waktu yang sangat panjang, tapi kami akan mengayunkan langkah demi langkah."
Bangkit dari Keterpurukan
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengungkapkan kunci sukses Spanyol menjuarai Euro 2024, yakni sikap para pemain yang selalu mempercayai dia dan keputusan-keputusannya.
Untuk itu pula dia berterima kasih kepada para pemainnya karena berhasil menjuarai Piala Eropa untuk keempat kalinya yang merupakan rekor di Eropa.
De la Fuente menggantikan Luis Enrique setelah Spanyol tersingkir pada 16 besar Piala Dunia 2022.
Awalnya banyak yang meragukan apakah pelatih berusia 63 tahun itu memiliki pengalaman atau kualitas dalam membawa La Roja mengakhiri paceklik trofi selama satu dekade.

Baca juga: Tim Spanyol kembali ke masa jayanya, berikut fakta seputar Euro 2024
Setelah kekalahan memalukan dalam kualifikasi Euro 2024 dari Skotlandia pada Maret 2023 dalam pertandingan keduanya sebagai pelatih, media Spanyol menyatakan pelatih yang pernah menangani tim muda Spanyol itu bahkan mungkin sudah berada di ambang pemecatan.
Namun sejak itu Spanyol pulih seketika untuk tidak pernah kalah dalam pertandingan kompetitif.
Mereka mengalahkan juara bertahan Italia, tuan rumah Jerman, dan salah satu favorit juara Prancis dalam perjalanan ke final Euro 2024, di mana mereka membungkam Inggris 2-1.
"Saya yakin pemain-pemain saya percaya kepada saya... selama satu setengah tahun mereka tak pernah salah," kata De la Fuente kepada wartawan seperti dikutip AFP pada Senin.
“Satu-satunya hal yang saya khawatirkan adalah apakah para pemain percaya kepada saya dan yakin dengan apa yang kami katakan."
“Kini yang kami dapatkan adalah kebahagiaan tak terhingga, kebanggaan, dan menikmati momen ini – tak ada yang menghadiahkan kami apa pun secara gratis."

Baca juga: Inggris kalah di final Euro 2024, Harry Kane: Kegagalan ini terasa sangat menyakitkan
De la Fuente mengaku bangga kepada timnya, yang luas dianggap sebagai yang terbaik dalam Piala Eropa.
"Pemain-pemain ini bisa terus berkembang dan berkembang karena mereka tidak bosan, terus bersaing, berusaha menang, membuat Anda bangga," kata De la Fuente.
"Saya turut berbahagia untuk negara saya, untuk Spanyol, atas kegembiraan yang kami buat dan saya harap rakyat merasakan kebanggaan yang sama."
Spanyol kini memiliki tim yang dalam beberapa aspek berbeda dari tim haus penguasaan bola ketika menjuarai Piala Dunia 2010, Euro 2008, dan Euro 2012.
Tim saat ini memiliki kemampuan serangan balik yang cepat pada diri pemain-pemain sayap seperti Nico Williams dan Lamine Yamal, namun secara teknis masih berbakat dan kuat dalam menguasai bola.
"Kami setia pada ide yang digulirkan pemain dan itu dipahami dengan luar biasa," kata De la Fuente.
Dia juga menyebut Spanyol kini memiliki fleksibilitas dan solid di semua lini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jadi "man of the match", Nico Williams sanjung solidnya Spanyol