Jumat, 20 Oktober 2017

REI minta dukungan pemerintah Aceh bangun sarana

id real estat indonesia, pemerintah aceh
REI minta dukungan pemerintah Aceh bangun sarana
ilustrasi Rumah (ANTARA News)
Banda Aceh (ANTARA Aceh) - DPD Real Estat Indonesia (REI) Aceh meminta Pemerintah Aceh membangun sarana dan prasarana pendukung di kawasan pembangunan rumah bersubsidi.

"Kami minta Pemerintah Aceh melalui instansi terkait agar dapat membantu pembangunan seperti saluran dan juga jalan dalam menyukseskan program rumah bersubsidi di Aceh," kata Ketua DPD REI Aceh, Muhammad Nofal di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan rumah yang sedang dibangun pihaknya tersebut merupakan bagian dari program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi sehingga perlu adanya peran serta dari Pemerintah Daerah dalam membangun sarana pendukung dalam kawasan perumahan tersebut.

"Kami berharap Pemerintah Aceh juga ikut berperan aktif seperti yang dilakukan di provisi lainnya yang ikut berperan aktif dalam membangun sarana dan prasara pendukung di komplek perumahan bersubsidi," katanya.

Menurut dia peran serta pemerintah daerah tersebut juga sesuai dengan edaran dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam upaya mendukung program rumah bersubsidi yang telah dicanangkan oleh Presiden.

Ia mengatakan di provinsi lainnya pemerintah daerah mendukung penuh dengan program rumah bersubsidi tersebut dengan membangun sarana dan pasarana pendukung seperti jalan, saluran dan juga air bersih.

"Kami berharap Pemerintah Aceh juga memberikan dukungan yang sama seperti daerah lainya, sebab program rumah bersubsidi ini merupaka peluang yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan Real Estat Indonesia (REI) Aceh akan membangun sebanyak 6.000 rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi satu juta rumah 2017.

"Alhamdulillah hingga saat ini capaian pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Aceh minus Simeulue telah mencapai 70 persen dari rencana pembangunan 6.000 unit," katanya.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga