Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan kementerian dan lembaga terkait mempercepat penanganan bencana alam yang kini melanda sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Aceh dan sebagian Sumatera.
"Ya, Presiden minta dikoordinasikan dengan cepat, utamanya koordinasikan program-program prioritas di lapangan, sinergi antarkementerian terkait program prioritas, situasi akhir tahun, dan bergerak cepat tangani bencana," kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, seusai menghadiri rapat terbatas (ratas), di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Presiden merespons situasi akhir tahun yang diwarnai peningkatan curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Update bencana Aceh, Mualem tetapkan status tanggap darurat
Kemendagri juga mengerahkan tim khusus ke sejumlah wilayah yang saat ini berstatus rawan bencana, di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan sekitarnya.
Ia menyebutkan, wilayah-wilayah lain yang terdampak, termasuk Sumatera Barat, juga menjadi perhatian Presiden dan kementerian/lembaga terkait.
Bima menegaskan bahwa koordinasi cepat antarkementerian/lembaga menjadi kunci untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terutama pada periode puncak cuaca ekstrem.
Bencana hidrometeorologi kini melanda beberapa wilayah di Indonesia, terutama terpusat di Sumatera Utara dan Aceh, dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi akibat pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka.
Gubernur Aceh juga sudah menetapkan status tanggap darurat bencana.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo perintahkan kementerian percepat tangani bencana Sumatera-Aceh
