Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh memprioritaskan atau fokus sepenuhnya pada upaya pemulihan ekonomi sektor pasar bagi masyarakat di dataran tinggi atau tanah Gayo, Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor akhir November 2025 lalu.
"Perbaikan ekonomi pada sektor pasar menjadi prioritas di wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues agar jalur perdagangan masyarakat kembali normal," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Senin.
Pernyataan itu disampaikan M Nasir dalam rapat bersama pimpinan BUMD dan instansi terkait lainnya dalam rangka pemulihan pascabencana Aceh, di ruang rapat Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, di lantai tiga kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
M Nasir menjelaskan, langkah percepatan pemulihan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi terkait dapat bersinergi memperbaiki struktur ekonomi terdampak.
"Pemerintah Aceh mengajak seluruh stakeholder di bidang BUMD dan instansi terkait untuk fokus pada pemulihan ekonomi pascabencana secara terintegrasi," ujarnya.
Dirinya memaparkan, berdasarkan data yang dihimpun, bencana telah menyebabkan kerusakan masif pada lahan produktif masyarakat.
Tercatat, sedikitnya 56.652 hektare sawah dan 100.376 hektare lahan perkebunan mengalami kerusakan akibat terendam banjir dan tertimbun longsor.
Kondisi serupa terjadi di sektor perikanan. Banyak tambak ikan milik warga yang rusak, serta tingginya angka kematian ternak ikan akibat terjangan banjir maupun matinya aliran listrik, sehingga mengganggu operasional tambak.
Kata Nasir, kondisi ekonomi di beberapa daerah sempat lumpuh total. Seperti Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus.
Kemudian, untuk wilayah dataran tinggi, dirinya menekankan perlunya perbaikan infrastruktur ekonomi di sektor pasar-pasar di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah hingga Gayo Lues.
"Melalui langkah-langkah strategis, kita berharap roda perekonomian masyarakat, khususnya di sektor perdagangan dan perkebunan, dapat segera bangkit guna menjaga stabilitas ekonomi daerah," demikian M Nasir.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026