Lhoksukon (ANTARA Aceh) - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengajak semua pihak untuk ikut berperan menyukseskan pemilu 2019 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Panwaslu Aceh Utara Yursriadi, dalam sebuah diskusi politik sekaligus silaturahmi dengan para insan pers di Kantor Panwaslu di Lhoksukon, Jumat malam.
''Kami tidak akan sanggup mengawasi Aceh Utara yang begitu luas, tentu kami membutuhkan peran semua pihak. Salah satunya adalah teman-teman pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, supaya terselenggaranya pemilu 2019 yang adil, damai, cerdas dan bermartabat,'' kata Yusriadi.
Pernyataan tersebut turut diaminkan, Muhammad Furqan, Korbid Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu serta T. Yuherli komisioner bidang penindakan, yang juga hadir dalam silaturahmi ini.
Di lain sisi, pihaknya berharap pertemuan dengan insan pers ini dapat melahirkan ide dan masukan untuk mencegah terjadinya politik kotor. Menurut mereka, kampanye hitam atau black campaign tidak tertutup kemungkinan terjadi.
Itu sebabnya, kata Panwaslu, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti ini tentu butuh dukungan semua pihak yang ikut berperan aktif mengawasinya, termasuk masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui atau menyaksikannya.
Dikatakan, salah satu pelanggaran pemilu yang rawan terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah politik uang atau money politic. Ini riskan dan tentunya harus sama-sama dicegah agar melahirkan pemilu cerdas dan bermartabat.
Dalam diskusi ini, ada sejumlah masukan dari kalangan pers untuk mencegah terjadinya politik kotor. Salah satunya adalah dengan memperbanyak sosialiasi kepada masyarakat, timses, dan termasuk penyelenggara pemilu itu sendiri.
Menurut salah satu peserta diskusi, melibatkan ulama maupun tokoh agama dalam memberikan materi sosialisasi untuk menguatkan karakter manusia adalah sebuah solusi yang dinilai tepat dan mengena.
Pemateri dari tokoh agama ini, kata peserta tadi, akan menyampaikan pemahaman hukum, baik secara undang-undang politik maupun secara agama yang akan diterima oleh si pelaku politik kotor itu sendiri.
Diskusi sekaligus silaturahmi antara Panwaslu Aceh Utara dan wartawan yang mengangkat tema; Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Dalam Rangka Pengawasan Pemilihan Umum 2019, itu berakhir hampir jelang tengah malam.
Sebelumnya, kata Panwaslu, pihaknya juga telah menggelar diskusi yang sama dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Pewarta: ZubirUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026