Sebelumnya, akses ke dataran tinggi Gayo jika dilalui dari Aceh Barat dan Nagan Raya melintasi Pegunungan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang harus ditempuh mencapai 5 jam hingga 6 jam lamanya.
"Alhamdulillah, kini jarak tempuh ke Takengon dari Nagan Raya bisa lebih cepat, karena akses badan jalan yang sudah sangat baik dan sebagian besar sudah diaspal," kata Kadis PUPR Kabupaten Nagan Raya, Ir H Ardi Martha kepada Antara, Selasa (5/2) siang.
Dampak dari cepatnya akses jalur transportasi via darat tersebut, sebagian besar hasil bumi dan hasil kebun yang berasal dari dataran tinggi Gayo kini lebih mudah dibawa ke sejumlah kabupaten/kota di wilayah pantai barat selatan Aceh.
Begitu juga sebaliknya, para pedagang dan warga yang ingin menuju ke wilayah itu, kini tidak perlu menunggu lama karena akses jalan lintas tengah Aceh sudah bisa dilintasi secara maksimal.
"Kalau pun ada kendala, paling ada sejumlah titik longsor tebing gunung. Namun sekarang, Alhamdulillah sudah jarang terjadi," tambahnya.
Akses jalur tengah tersebut kini semakin dipadati warga dan pedagang karena jarak tempuh yang semakin singkat, karena tidak perlu menuju ke Banda Aceh karena jarak tempuh yang sangat lama mencapai 8 jam hingga 9 jam perjalanan jalur darat.
Meski sudah lancar, pihaknya mengimbau pengguna jalan yang melintas di Gunung Singgah Mata harus berhati-hati, khususnya ketika kawasan ini dilanda hujan lebat karena dapat menyebabkan kabut sehingga mengganggu jarak pandang.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026