Pidie Jaya, Aceh, 19/9 (Antara) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan pembangunan daerahnya pascakonflik tidak boleh dilakukan secara parsial, namun harus saling koordinasi dan berbasis integral.
"Itu menjadi komitmen kami bahwa pembangunan Aceh setelah konflik dan tsunami tidak boleh dilakukan secara parsial," katanya pada panen raya kacang kedelai di Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Selasa.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Aceh Iskandar A Gani, dikatakannya kalau ada kendala dalam setiap program yang dijalankan di Aceh, maka diminta seluruh perangkat kerja terkait untuk melaporkan kepadanya agar sama-sama dicarikan solusinya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2012-2017, gubernur menyebutkan sektor pertanian menjadi prioritas melalui program ketahanan pangan dan nilai tambah pertanian, apalagi sebagian besar masyarakat Aceh bermata pencaharian dan bekerja di sektor tersebut.
Panen raya kacang kedelai di Gampong Baroh Musa, Bandar Baru Pidie Jaya itu dihadiri Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, dan sejumlah pejabat kementerian serta Pemerintah Aceh dan Pemkab setempat.
Gubernur menjelaskan berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh, dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas serta pendapatan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian tanaman pangan.
Diantaranya, adalah kegiatan peningkatan mutu intensifikasi (PMI) melalui revitalisasi perbenihan daerah, pengawalan dan penyaluran pupuk bersubsidi, pemberdayaan dan penyuluhan melalui kelompok tani.
Selain itu, Zaini juga menjelaskan
Pemerintah Aceh juga giat melaksanakan Perluasan Areal Tanam (PAT), melalui penyediaan alat dan mesin pertanian yang dikelola oleh Unit Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA) provinsi, dan kabupaten, sehingga dapat meningkatkan indeks tanam dan produktivitas hasil pertanian.
Untuk komoditi kedelai, Provinsi Aceh mempunyai potensi yang sangat besar karena memiliki kondisi agroklimat yang sesuai, dan didukung oleh lahan yang luas.
Gubernur menjelaskan untuk Pidie Jaya sangat potensial terhadap pengembangan kedelai. Tahun 2014 Pidie Jaya melalui sumber dana APBN, telah melaksanakan kegiatan PAT seluas 6.000 hektare dan SLPTT kedelai seluas 1.000 hektare.
"Melalui panen raya 2014 ini agar memotivasi semangat kita semua untuk mengelola komoditas kedelai yang lebih baik, sehingga akan dicapai peningkatan produksi yang tinggi, untuk mencukupi kebutuhan kedelai nasional, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani Pidie Jaya," kata gubernur menjelaskan.
Pewarta : Azhari
Gubernur: Pembangunan Aceh Pascakonflik Tidak Boleh Parsial
Selasa, 19 Agustus 2014 15:51 WIB
