Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Selasa, mengatakan terdapat 886 warga yang masih positif dan sedang dalam penanganan medis, namun hanya tersisa 131 orang atau 14 persen yang harus dirawat di rumah sakit, selebihnya isolasi mandiri.
"Pasien yang masih dirawat di rumah sakit saat ini sebanyak 12 orang di Intensive Care Unit (ICU) dan 119 orang di ruang perawatan isolasi," katanya di Kota Banda Aceh.
Data Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan penambahan 16 kasus positif baru COVID-19 pada Senin (28/12) kemarin, meliputi warga Banda Aceh 10 orang, warga Aceh Besar dua orang, warga Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa dan luar daerah Aceh yang masing-masing satu orang.
Sehingga, kata dia, secara akumulatif kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 8.727 orang, di antaranya yang masih dalam penanganan medis 886 orang, yang telah sembuh 7.497 orang dan 344 orang meninggal dunia.
"Meski kasus baru terkonfirmasi masih pada kisaran belasan orang dalam beberapa hari terakhir, namun tidak boleh dianggap remeh. Kasus baru bisa tiba-tiba melonjak tajam apabila warga tidak waspada dan mengabaikan protokol kesehatan," katanya.
Oleh sebab itu, dia melanjutkan, warga diminta selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan mencakup 3M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan selalu menjaga jarak.
"Hindari orang-orang yang berkerumun atau berdesak-desakan, seperti di kawasan wisata dan saat di dalam moda transportasi," katanya lagi.
Pewarta: Khalis SurryUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026