Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Petani di Kabupaten Aceh Utara mampu memproduksi buah melon 1,2 ton setiap masa panen, sehingga bisa didistribusikan ke daerah lainnya.
Salah seorang petani melon di Desa Kuta Bate, Kecamatan Meurah Mulia, Darwis mengatakan, Jumat, setiap memasuki masa panen dirinya merasa sangat puas, karena bisa melakukan panen dalam jumlah yang besar.
"Alhamdulillah dalam setiap masa panen kami merasa puas, buah melon tersebut akan dijual ke setiap pasar dengan Rp12 ribu per kilogram dan ada juga yang dijual ke sejumlah daerah lainnya di luar Kabupaten Aceh Utara," ujar Darwis.
Darwis menambahkan, awalnya masyarakat tidak bergairah dalam melakukan budidaya buah melon, karena tidak mendapatkan pengetahuan yang baik tentang tatacara melakukan budidayanya.
Kemudian, lanjut dia, dirinya memberikan pelatihan kepada beberapa warga di desa tentang pembibitan dan pola penanaman serta perawatan melon, sehingga secara perlahan-lahan bisa memotivasi para petani.
"Secara perlahan-lahan saya memberikan pelatihan kepada warga yang ada di desa, namun secara perlahan telah membuahkan hasil. Banyak petani yang sudah melakukan usaha budidaya melon," tutur Darwis.
Menurutnya, pola tanaman melon dilakukan secara alami, tetapi perawatannya sangat sulit karena tanaman tersebut mudah diserang hama penyakit, berupa kresek daun dan hama pembusuk buah.
Apabila tidak dilakukan perawatan dengan baik, maka batang melon tersebut hanya mampu bertahan sekali panen saja, hal tersebut berbeda bagi kelompok tani melon miliknya, karena perawatan yang bagus sehingga bisa bertahan secara berkelanjutan.
"Apabila tidak dilakukan perawatan dengan baik, maka budidaya melon sangat mudah terserang penyakit berupa kresek daun dan hama pembusuk buah dan bantangnya hanya bertahan sekali panen saja," kata Darwis.
