Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar menyatakan bahwa di ibu kota provinsi Aceh itu masih kekurangan armada serta personel pemadam kebakaran (Damkar), dan membutuhkan tambahan hingga dua kali lipat. 

"Perlu untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) tambahan yang terampil dan memadai karena selama ini ternyata SDM kita (personel damkar) masih kurang," kata Farid Nyak Umar, di Banda Aceh, Kamis.

Hal ini disampaikan Farid Nyak Umar merespon peristiwa kebakaran pusat perbelanjaan Suzuya Mall Banda Aceh dua hari lalu yang terjadi berulang tiga kali, dan mengalami kendala saat proses pemadamannya, sehingga perlu dievaluasi.

Kemudian, saat dilakukan peninjauan ke posko induk pemadam, masih ditemukan adanya sejumlah armada yang tak berfungsi, serta kekurangan alat pelindung diri (APD).

Farid menyampaikan, berdasarkan penjelasan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), saat ini Pemko Banda Aceh hanya memiliki 80 personel yang tersebar di empat pos pemadam kebakaran yakni pos Rusunawa, Jln Pelangi, Simpang Mesra dan Pos Pango, serta Posko induk di Jalan Soekarno Hatta.

"Idealnya DPKP memiliki personil dua kali lipat dari yang ada saat ini. Apalagi sejak pandemi COVID-19, kegiatan capacity building untuk personel tidak dapat dilaksanakan," ujarnya.

Sementara untuk mobil armada pemadam kebakaran, kata Farid, Pemko Banda Aceh hanya mempunyai sebanyak 14 unit. Namun yang ready untuk digunakan 12 unit termasuk armada suplai air.

"Tetapi, kondisi armada tersebut sebagian besar kurang baik dan beberapa unit rusak berat karena dimakan usia. Termasuk mobil canggih senilai Rp17 miliar yang tidak dapat dioperasikan karena kendala teknis," kata politikus PKS itu.

Farid mengatakan, kendala dalam proses penanganan kebakaran Suzuya Mall beberapa hari lalu menjadi catatan evaluasi untuk memberikan rekomendasi kepada Pemko Banda Aceh terkait kesiapan menghadapi kebakaran atau bencana lain ke depan.

“Dari kejadian kebakaran Suzuya Mall ini banyak yang menjadi catatan kita ke depan, bahwa harus ada evaluasi secara menyeluruh dalam penanganan pemadaman kebakaran di Banda Aceh,” ujar Farid.

Sementara itu, Plt Kadis DPKP Banda Aceh Yubasri menyampaikan saat kebakaran Suzuya Mall, pihaknya sudah melakukan pemadaman sejak pukul 11.30 WIB dengan maksimal.

Namun api kembali muncul pada pukul 19.30 WIB, sehingga timnya kembali berjibaku memadamkan api, belum pernah pihaknya bekerja sampai 31 jam nonstop. Dibantu juga dari armada Damkar Aceh Besar, mobil crane DLHK3, dan mobil water canon Polresta. 

"Tapi kami menemukan kendala saat melakukan proses penyiraman, karena tidak bisa masuk akses ke dalam gedung, akibat jalur pintu masuk yang tertutup, kondisi ini sangat tidak efektif untuk melakukan pemadaman," kata Yubasri. 

Pihaknya mencoba menerobos ke dalam gedung secara perlahan, tetapi terkendala akses masuk yang hanya satu jalur. Namun, kata Yubasri, karena itu sudah menjadi tugas sehingga anggotanya tetap masuk dan melakukan proses pemadaman walaupun kemudian api menyala lagi. 

Dalam kesempatan ini, Yubasri juga mengakui bahwa pihaknya masih kekurangan personel, karena itu perlu penambahan anggota, armada serta peralatan lainnya.

"Apalagi usia armada pemadam kebakaran kita kita sudah cukup tua, kemudian kemampuan SDM personel kita akan ditingkatkan lagi, karena itu kita masih perlu penambahan," demikian Yubasri.
 

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026