Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Ir Netap Ginting kepada wartawan di Subulussalam, Jumat mengatakan hasil panen petani sedang merosot hanya mencapai 900 ton per hari yang disalurkan ke tiga PKS di sana.
Sementara kebutuhan satu PKS saja idealnya 500 ton per hari dikalikan tiga PKS menjadi 1.500 ton. Namun yang tersedia hanya 900 ton, sehingga untuk kebutuhan dua PKS saja masih tergolong kurang.
"Produksi TBS sawit sedang merosot, salah satu dari tiga PKS terancam tutup, karena kekurangan pasokan bahan baku," kata Netap Ginting.
Ia mengatakan, dulu kekuranan pasokan ini masih bisa dibantu sawit dari luar daerah seperti Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil dan Sibolga serta Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Namun saat ini, di Abdya sudah dibangun dua PKS baru, begitu juga di Singkil terdapat dua PKS, sedangkan di Subulussalam ada dua perusahaan yang mengantongi izin tapi belum dibangun.
Netap menilai, jika dilihat dari luas kebun kelapa sawit di Subulussalam bisa mencukupi kebutuhan untuk ketiga PKS tersebut. Namun yang menjadi masalah akhir-akhir ini, banyak kebun yang tidak terawat pasca harga anjlok pertengahan tahun 2015. Akibatnya berdampak pada hasil panen yang merosot tajam.
Untuk menyelamatkan PKS tersebut, Netap Ginting menyarakan perusahaan membangun pola kemitraan dengan petani dengan cara memberikan bantuan biaya perawatan dan pupuk, untuk mengingkatkan produksi buah sawit yang berkualitas.
"Ada sekitar 30 ribu hektare kebun sawit yang sudah berproduksi apabila dirawat dengan baik, tapi ke tiga pabrik tidak sanggup mengolah hasil panen petani karena tidak terawat, sehingga kebutuhan bahan baku tidak cukup, ini berpotensi salah satu PKS bisa bangkrut," kata mantan anggota DPRK Subulussalam ini.
Ia menambahkan harga TBS saat ini di RPP Singkohor Singkil Rp1.300/Kg, PT Global Sawit Semesta (GSS) Rp1.250/Kg, PT Samudera Sawit Nabati (SSN) Rp1.210/Kg, PT Bangun Sempurna Lestari (BSL) Rp1.250/Kg dan Astra Rp1.290/Kg. Sementara harga di tingkat petani berkisar antara Rp1.050-1.100/Kg.
