Banda Aceh (ANTARA) - Masyarakat Kota Banda Aceh mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasir bangunan yang bersumber dari galian C Krueng Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
"Sejak beberapa hari ini seharusnya kami mulai mengikat batu-bata, namun tidak bisa karena tidak ada pasir," kata Yayan, kepala tukang yang ditemui di kawasan Gampong Ateuk Munjeng Kota Banda Aceh, Kamis.
Kelangkaan pasir untuk bangunan terjadi sejak beberapa hari terakhir hingga Kamis (2/6) di Kabupaten Besar dan sekitar, sehingga berdampak pada terhentinya pembangunan bangunan masyarakat.
Pantauan di sejumlah lokasi penjual pasir bangunan di kawasan Aceh Besar mengaku stok pasir kosong, yang ada hanya batu giling dan kebutuhan bangunan lainnya.
"Kalau pasir kita sedang kosong, yang ada itu cuma batu giling," kata seorang penjual pasir dan kerikil bangunan di Sibreh, Aceh Besar.
Azhari, pemilik bangunan di kawasan Banda Aceh, mengatakan pengerjaan bangunan miliknya terhenti sementara karena pasir sebagai salah satu material yang dibutuhkan itu langka.
"Sudah empat hari ini pekerja seharusnya mulai mengikat batu bata, tapi tidak bisa dilakukan karena pasirnya tidak ada. Saya sudah cari ke beberapa lokasi, tapi stoknya kosong," katanya.
Ia menyebutkan informasi yang didapatkan bahwa kelangkaan pasir bangunan itu akibat adanya larangan penggalian pasir di Krueng Aceh, terutama di kawasan Aceh Besar, selain memang sedang musim hujan.
