Meulaboh (ANTARA Aceh) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lima titik api (hotspot) di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, diduga sebagai efek dari adanya aktivitas kebakaran lahan gambut.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Meulaboh, Sayful Amri di Meulaboh, Jumat, mengatakan, empat titik api tersebut tercatat pada peta sebaran titik panas di Indonesia bagian barat hasil pantauan sensor modis (Satelit Terra dan Aqua).

"Berdasarkan data itu hanya di dua kecamatan ditemukan titik panas di Aceh Barat yakni di Johan Pahlawan dan Bubon. Jumlah titik api untuk wilayah Aceh Barat bertambah dari hari sebelumnya," sebutnya.

Saiful Amri menjelaskan, jumlah titik api yang terdeteksi oleh satelit khusus berada dalam wilayah kerja BMKG Stasiun Meulaboh tersebut merupakan kebakaran lahan milik warga yang sengaja dilakukan saat membuka lahan perkebunan.

Dalam tiga hari terakhir wilayah barat dan selatan Aceh dilanda kabut asap pada malam hingga pagi, bahkan pada siang hari pun di sejumlah kawasan diselimuti asap tebal akibat adanya kebakaran lahan sehingga mengubah warna awan menjadi terlihat "merah jingga".

"Dari sejumlah titik lokasi yang kita tanggani, tidak ada api yang begitu besar, hanya gumpalan asap muncul ke permukaan. Tetap saja di bawah permukaan lahan gambut itu ada terbakar sehingga mengeluarkan asap," sebut Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Aceh Barat Dodi Bima S.

Aparat kepolisian bersama TNI, BPBD dan pihak-pihak terkait sejak beberapa hari terakhir langsung turun ke lokasi memadamkan titik api yang ditemukan pada lokasi yang mudah dijangkau dengan kendaraan dinas.

Kondisi tersebut juga terjadi di wilayah Kabupaten Nagan Raya, pihak kepolisian bersama TNI juga melakukan hal yang sama, meski pemadamannya secara manual agar api tidak merembet sampai ke rumah warga terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak/warga yang tertangkap atau diduga sebagai pelaku pembakaran lahan sehingga berdampak pada polusi udara maupun perusakan lingkungan dari kedua kabupaten berdekatan ini.
    



Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026