Kutacane (ANTARA Aceh) - Kopi aren merupakan minuman berciri khas dari Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, yang menawarkan sensasi bagi mereka para penikmatnya.
"Ini kopi, tidak pakai gula. Karena kandungan airnya memang sudah manis. Manisnya berasal dari aren," ucap Rosmaini (60), pengelola air terjun Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Rabu.
Dia menjelaskan, air panas di kopi tersebut merupakan perpaduan antara biji kopi jenis robusta dengan air nira dari pohon aren yang tumbuh subur di kaki pengunungan Leuser.
Rasa manisnya di dalam kopi ini, tidak seperti manis kandungan gula pasir yang terbuat dari pohon tebu, tapi sangat bermanfaat bagi kesebatan tubuh manusia.
Seperti diketahui data Badan Pusat Statistik menyebut, Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang 33,3 persen berada di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara yaitu seluas 364.885 hektare.
"Alhamdulillah, nira (aren) cukup mudah di dapat di gunung. Kita tinggal panaskan niranya, baru kita tuangkan ke gelas untuk dihidangkan," katanya.
Anta (25), salah seorang penikmat kopi mengatakan, kopi aren ini punya khas tersendiri. Rasanya, sangat berbeda dengan kopi luwak, kopi late, "white kopi", atau kopi dengan jenis apa pun.
Kopi aren, lanjutnya, punya kenikmatan yang fantastis bagi masyarakat setempat, atau para pengunjung yang secara khusus mencari minuman tersebut.
"Warga di sini (Aceh Tenggara), telah lama mengenal kopi aren. Sampai masyarakat Suku Alas di Aceh Tenggara punya cerita sendiri tentang muasal pohon aren," terangnya.
