Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menyatakan perusahaan sawit harus berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi setempat.
"Perusahaan jangan hanya mengambil keutungan semata tapi juga harus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran lahan sebab ini meruakan kewajiban dari perusahaan," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan dengan berperan aktif dalam pencegahan akan memberi memberi dampak positif yang tidak hanya menjadi contoh perusahaan lainnya dan juga masyarakat.
Menurut dia dalam pencegahan tersebut perusahaan harus bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan penegak hukum dan juga dengan kesatuan perangkat yang selama ini memadamkan api, sebagai mitra strategis.
"Di sinilah peran pemerintah untuk memfasilitasi semua pihak termasuk perusahaan untuk berkomitmen. Ketika pemerintah mengakui keberadaan perusahaan, maka pemerintah juga harus memikirkan keterlibatan mereka dalam setiap upaya pemadaman api," katanya.
Ia juga berharapan semua perusahaan menyampaikan berbagai upaya yang sudah dilakukan demi mencegah kebakaran hutan dan menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya, PT Surya Panen Subur (SPS) menyatakan terus berupaya maksimal dalam melakukan pencegahan tersebut.
Community Development Officer (CDO) PT SPS Anas Muda Siregar mengatakan pihaknya bersiaga penuh selama 24 jam di dua perbatasan yakni dengan PT Gelora Sawita Makmur dan PT Kalista Alam, meski lahan perkebunan SPS tidak terdapat titik api.
"Kesiagaan ini dilakukan agar api yang terdapat di dua perusahaan 'tetangga' itu tidak melompat ke wilayah HGU PT SPS. Alhamdulillah tidak terjadi kebakaran di wilayah HGU PT SPS," katanya.
Selain itu, TKTD PT SPS juga membantu memadamkan api yang terdapat di PT Kalista Alam dan PT GSM dengan melewati jalur alternatif untuk mencapai titik api.
"Kami terus berupa melakukan langkah preventif diantaranya melakukan apel siaga pencegahan kebakaran, melantik TKTD, hingga simulasi pencegahan kebakaran," katanya
Menurut Anas, upaya pencegahan kebakaran memang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan kebakaran dan PT SPS telah menerapkan upaya pencegahan sejak dini.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026